Rasa Malu yang Bermanfaat

11,264 views
본문 읽기 4:56
현재 언어는 음성 재생을 지원하지 않습니다.

Rasa malu adalah emosi yang muncul ketika kita melakukan kesalahan. Lebih tepatnya, rasa malu tidak muncul hanya dari kesalahan itu sendiri, melainkan dari rasa takut bahwa orang lain akan menyalahkan kita. Itulah sebabnya orang yang melakukan kesalahan merespons rasa malu secara berbeda, tergantung pada bagaimana orang lain menanggapi kesalahan tersebut.

Dr. Anna Lembke, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, mengklasifikasikan rasa malu menjadi dua jenis: “rasa malu yang merusak” dan “rasa malu yang bermanfaat”. Rasa malu yang merusak membuat orang merasa rendah diri, bahkan membuat mereka jatuh ke dalam depresi, keputusasaan, atau sikap memberontak—terutama ketika mereka dimarahi atau disalahkan oleh orang lain. Di sisi lain, rasa malu yang bermanfaat mencakup keinginan yang tulus untuk merenungkan kesalahan yang telah dibuat dan tidak mengulanginya lagi. Rasa malu seperti ini muncul ketika seseorang ditegur dengan kehangatan, dorongan, dan dukungan.

Dalam arti ini, rasa malu adalah emosi yang diperlukan. Rasa malu membantu kita menyadari ketika kita telah melakukan kesalahan. Tanpa rasa malu, kita mungkin menjadi tidak peka terhadap perilaku yang tidak pantas. Namun, kritik yang keras dan celaan hanya akan semakin menyudutkan seseorang dan jarang menghasilkan perubahan nyata. Kesabaran dan kasih sayang dapat mengarahkan rasa malu ke arah yang bermanfaat, serta mengubahnya menjadi batu loncatan menuju pertumbuhan pribadi.