Alasan Para Anggota Harus Saling Melayani Satu Sama Lain

52,546 views
본문 읽기 12:42
현재 언어는 음성 재생을 지원하지 않습니다.

Tuhan memerintahkan kita untuk “menjadi orang yang melayani.” Kita, anak-anak sorgawi, hendaknya berkenan kepada Tuhan dengan melakukan ajaran Tuhan.

Melalui Alkitab, mari kita lihat alasan kita harus saling melayani.

Pertama, karena Kristus sendiri yang memberikan teladan dalam melayani

“… Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa pun yang ingin menonjol di antara kamu, biarlah dia menjadi pelayanmu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Matius 20:26-28

Tuhan adalah yang Maha tinggi dan Maha suci di seluruh alam semesta. Meskipun demikian, Dia datang ke bumi ini dalam rupa manusia dan melayani kita dengan mengorbankan diri-Nya bahkan sampai mati. Hal ini untuk memberi kita teladan dalam melayani (Yoh 13:15). Mengikuti teladan Tuhan, kita hendaknya melayani saudara-saudari kita dengan sepenuh hati.

Kedua, karena kita adalah satu tubuh di dalam Kristus

Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. 1 Korintus 10:16-17

Kita berpartisipasi dalam tubuh dan darah Kristus melalui roti dan anggur Paskah Perjanjian Baru. Kehendak Tuhan bagi kita adalah untuk saling mengasihi, memperhatikan, dan melayani satu sama lain yang telah menjadi satu tubuh dalam Perjanjian Baru.

Ketiga, memperoleh berkat yang besar di sorga

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Matius 18:4

“Jika seseorang mengundangmu ke suatu pesta pernikahan, maka janganlah kamu duduk di tempat yang terhormat, karena bisa jadi orang itu mengundang orang yang lebih terhormat darimu, sehingga orang yang mengundangmu dan dia itu, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah orang ini di tempat ini. Maka engkau harus dengan malu-malu pergi dan duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, jika engkau diundang, pergilah dan duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Teman, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian kamu akan mendapat hormat dihadapan semua tamu yang lain. Karena siapa yang meninggikan dirinya akan direndahkan dan siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.” Luk 14:7-11

Dalam ayat di atas, Yesus menekankan “melayani”, dengan mengatakan bahwa orang yang melayani orang lain dengan sikap rendah hati akan mendapat tempat yang lebih tinggi di sorga. Bumi ini adalah penjara rohani di mana orang-orang berdosa dari sorga dikurung (Mat 9:13). Di penjara, orang-orang berdosa berusaha meninggikan diri dan menggunakan kekuasaan. Hal ini berbeda dengan peraturan sorga. Para anggota yang melayani saudara-saudari dengan sikap rendah hati dan menjaga mereka dengan kasih sayang, dapat menerima lebih banyak berkat dari Tuhan. Oleh karena itu, hendaknya kita melayani saudara-saudari, menantikan hadiah dan berkat di sorga.

Tuhan memberikan teladan dalam melayani dan mengajarkan kita untuk saling melayani. Di antara Pengajaran Ibu, pengajaran yang kedua belas adalah tentang melayani, “Tuhan datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Saat kita melayani sesama tanpa menunggu untuk dilayani, hal tersebut akan menyenangkan Tuhan.” Marilah kita mengingat dan mempraktikkan ajaran ini agar kita dapat menerima upah dan berkat yang berlimpah di sorga.

Hal-Hal yang Perlu Dipikirkan
Mengapa kita harus saling melayani?
Apa pengajaran yang kedua belas dari Pengajaran Ibu?