Menyanyikan Nyanyian Rohani dan Puji-pujian dengan Rasa Syukur di Dalam Hati kepada Tuhan

2 Tawarikh 20:1–30

52,785 views
본문 읽기 10:21
현재 언어는 음성 재생을 지원하지 않습니다.

“Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di En-Gedi.”

Yosafat terkejut ketika mendengar tentang serangan dari pasukan sekutu Moab dan Amon, dan ia mengumumkan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Maka datanglah orang-orang dari semua kota Yehuda untuk memohon pertolongan dari Tuhan. Kemudian Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah Tuhan di muka pelataran, dan ia berdoa kepada Tuhan:

“Ya Tuhan kami, bani Amon dan bani Moab datang untuk mengusir kami dari negeri ini. Kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang untuk menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.”

Lalu Yahaziel dihinggapi Roh TUHAN, seorang Lewi dari keturunan bani Asaf, seorang pemusik pada masa pemerintahan Raja Daud.

Ia berkata: “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang, melainkan Allah. Berdirilah di tempatmu dan lihatlah keselamatan dari TUHAN yang akan diberikan-Nya kepadamu. Janganlah takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

Setelah Yahaziel selesai menyampaikan firman Tuhan, Yosafat sujud di hadapan Tuhan dan menyembah kepada-Nya. Kemudian beberapa orang Lewi berdiri dan memuji Tuhan dengan suara yang sangat nyaring.

Keesokan harinya pagi-pagi sekali mereka maju menuju Padang Gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, Yosafat menunjuk orang-orang untuk bernyanyi bagi Tuhan dan membiarkan mereka maju sebagai pemimpin pasukan.

“Syukur bagi TUHAN, bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, sehingga mereka terpukul kalah. Mereka saling bunuh-membunuh dan semuanya binasa.

Lalu pulanglah sekalian orang Yehuda dengan Yosafat di depan. Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita karena kekalahan musuh mereka. Mereka menuju rumah TUHAN dengan gambus dan kecapi dan nafiri.

Nyanyian pujian kepada Juruselamat adalah alat iman yang membantu umat Tuhan menyatukan pikiran mereka. Meskipun setiap orang mengeluarkan suara yang berbeda, ketika mereka menyanyikan pujian kepada Tuhan dengan rasa syukur di hati mereka, hal itu menciptakan harmoni yang indah dan menghasilkan iman yang sejati.

Meskipun dihantui ketakutan akan perang, bangsa Yehuda memuji Tuhan, dan hal itu membangkitkan iman mereka akan kemenangan dan bahkan menggetarkan sorga, sehingga mereka mampu meraih kemenangan besar melalui pertolongan dan kuasa Tuhan. Di mana ada nyanyian pujian, Tuhan hadir dan mendatangkan kemenangan.

Sekarang, Nyanyian Baru pujian bagi Tuhan Elohim bergema di seluruh dunia. Dalam situasi apa pun, marilah kita hanya memandang kepada Tuhan dan menyanyikan lagu-lagu kudus dengan rasa syukur di hati kita. Sebentar lagi, nyanyian kemenangan yang dinyanyikan oleh bala tentara sorgawi akan bergema di seluruh alam semesta.