Cara untuk Mengasihi Tuhan

83,298 views

Biasanya, ketika kita mengasihi seseorang, kita akan mengungkapkan perasaan itu kepadanya. Namun, jika kita mengungkapkan rasa kasih sayang dengan cara kita sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang kita kasihi, dia tidak akan merasa senang. Ini bukanlah kasih yang sejati.

Kalau begitu, bagaimanakah caranya untuk mengungkapkan kasih kita terhadap Tuhan? Jika kita mengungkapkannya dengan pemikiran dan cara kita sendiri, ini bukanlah kasih yang sejati terhadap Tuhan. Tuhan berfirman, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu,” (Yes 55:9). Jadi, kita harus menyatakan kasih kita terhadap Tuhan sesuai dengan cara-Nya yang tertulis di dalam Alkitab.

Tuhan berfirman, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Mari kita mempelajari hubungan antara mengasihi Tuhan dengan mematuhi perintah-Nya, dan menyadari kehendak Tuhan yang terkandung dalam perintah-Nya.

Jikalau kamu mengasihi Tuhan, kamu akan menuruti perintah-Nya

Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan yang datang sebagai manusia membuka jalan menuju hidup yang kekal dan keselamatan serta mengajarkan kita cara untuk mengasihi-Nya.

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku… Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yoh 14:15-21

Melalui ayat di atas, kita dapat mengetahui bahwa mematuhi perintah Tuhan adalah cara untuk menyatakan kasih rohani kepada-Nya. Orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan akan menghargai perintah-Nya dan mematuhinya karena Tuhanlah yang menetapkan dan memerintahkannya untuk kita patuhi.

Rasul Yohanes melihat penglihatan yang menunjukkan orang kudus mematuhi perintah Tuhan pada akhir zaman.

Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Why 14:12

Maka marahlah naga (Iblis) itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum [perintah-perintah, BIMK] Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Why 12:17

Iblis menentang orang-orang kudus yang mematuhi perintah Tuhan. Patuh pada perintah Tuhan adalah cara untuk membuktikan kasih kita kepada Tuhan. Lalu, apa yang dapat kita pahami dari orang-orang yang tidak menaati perintah Tuhan? Perilaku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengasihi Tuhan.

Orang-orang yang tidak berpengetahuan mematuhi perintah manusia

Yesus menegur dengan keras orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi tidak mematuhi perintah-Nya.

“… Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” Mrk 7:6-9

Mematuhi perintah Tuhan adalah hasil dari perbuatan yang keluar dari iman yang menghormati firman-Nya dan mengasihi-Nya. Alasan mengapa banyak orang dengan mudah mengesampingkan perintah-perintah Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah manusia adalah karena mereka tidak memiliki iman dan kasih kepada Tuhan. Tuhan yang menguji hati semua orang tidak akan pernah mengakui mereka, tidak peduli seberapa besar mereka mengaku mengasihi-Nya.

Mereka tidak dapat mengenal kebenaran karena Tuhan tidak memberi mereka hikmat rohani.

“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.” Yes 29:13-14

Dari sudut pandang jasmani, ada banyak orang yang berpendidikan dan bijaksana di dunia ini yang mengikuti perintah manusia. Tetapi Tuhan mengambil hikmat mereka sehingga tidak memahami firman-Nya. Itulah sebabnya, banyak ahli teologi tidak dapat memahami hukum Tuhan meskipun mereka mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh.

Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN?… Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka? Yer 8:7-9

Bahkan makhluk kecil seperti burung pun mengetahui musim yang telah ditentukan untuk bermigrasi dan mematuhinya. Tetapi, orang yang mengaku sebagai umat Tuhan tidak mengetahui hukum yang Tuhan tetapkan.

Orang-orang yang mematuhi perintah manusia bersikeras pada ajaran yang bertentangan dengan Alkitab. Mereka tidak dapat melihat apa yang tertulis di dalam Alkitab dengan jelas, karena hikmat dan pengertian mereka telah disembunyikan. Tidak peduli berapa kali mereka membaca Alkitab, mereka tidak akan bisa menyadari takdir keselamatan Tuhan. Betapa malangnya!

Mengabaikan hukum Tuhan membawa kebinasaan

Alkitab menubuatkan akhir yang menyedihkan bagi orang-orang yang mengabaikan firman Tuhan.

mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran [hukum, AVB] TUHAN;… dan kepada para pelihat: “Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.” Sebab itu… seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang,… Yes 30:8-14

Dua ribu tujuh ratus tahun yang lalu, Tuhan telah menunjukkan melalui Nabi Yesaya bahwa orang yang mengaku percaya kepada Tuhan akan memberontak dan melanggar perintah-Nya. Seperti yang tertulis di ayat di atas, orang-orang yang enggan mendengar hukum Tuhan lebih memilih untuk mendengar kata-kata yang diucapkan dengan penuh tipu daya dan kata-kata manis tentang kasih dibandingkan firman Tuhan.

Namun, kita juga dapat melihat fakta melalui kitab Yeremia bahwa orang yang menyukai kebohongan dan menghindar dari jalan yang benar, yaitu perintah Tuhan akan binasa.

Lalu aku berpikir: “Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka…” … Sebab itu singa dari hutan akan memukul mati mereka, dan serigala dari padang yang kersang akan merusakkan mereka. Macan tutul akan mengintai di pinggir kota-kota mereka, setiap orang yang ke luar akan diterkam. Sebab pelanggaran mereka amat banyak, dan kesesatannya besar sekali. Yer 5:2-6

Tuhan telah memerintahkan kita untuk menaati perintah-perintah-Nya agar kita dapat diselamatkan dan masuk ke Kerajaan Sorga yang abadi. Saya meminta Anda untuk menjadi anggota keluarga Sion yang menyadari kasih Tuhan yang terkandung dalam firman, “Turutilah segala perintah-Ku,” dan mengikut-Nya ke mana saja Dia membimbing kita sampai akhir.

Perintah-perintah Tuhan menghubungkan kita dengan-Nya

Kita mematuhi perintah Tuhan karena kita mengasihi-Nya. Mematuhi perintah Tuhan adalah cara yang jauh lebih baik untuk mengekspresikan kasih kita kepada-Nya daripada sekadar mengucapkan kata-kata, “Aku mengasihi Tuhan,” seratus atau bahkan seribu kali.

Perintah Tuhan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Melalui perjanjian baru, Dia menjadi Tuhan kita dan kita menjadi umat-Nya (Yer 31:33). Jika kita melanggar perintah-Nya, hubungan antara Tuhan dengan kita akan terputus. Kita dapat memastikan fakta ini melalui upacara pembasuhan kaki di dalam Alkitab.

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus… Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”… Yoh 13:4-10

Ketika melakukan upacara pembasuhan kaki pada hari Paskah, Yesus berkata, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Awalnya, Petrus menolak untuk dibasuh kakinya karena dia merasa tidak sepantasnya seorang guru membasuh kaki muridnya. Namun, itu bukanlah kehendak Yesus. Meskipun upacara itu terlihat seperti upacara kecil, tetapi di dalamnya terkandung ajaran penting yang menentukan apakah kita memiliki hubungan dengan Tuhan atau tidak.

Kita sungguh bersyukur kepada Tuhan karena telah memanggil kita ke Sion, yaitu kota pertemuan raya kita, dan memberikan kita hikmat untuk menyadari semua perintah-Nya. Jika kita masih terus mengikuti perintah manusia, kita tidak akan memiliki hubungan dengan Tuhan sampai sekarang.

Jika seseorang tidak ada hubungan dengan Tuhan, dapatkah dia diselamatkan? Tidak peduli seberapa banyak dia berseru, “Tuhan, Tuhan”, dia tidak dapat diselamatkan. Alkitab berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa dapat masuk ke Kerajaan Sorga (Mat 7:21).

“Seandainya aku tahu bunga itu secantik ini, aku tidak akan menginjaknya”

Meskipun tampak kecil dan sepele, segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan mengandung misteri dan keindahan yang tidak ternilai di dalamnya. Mari kita menyadari betapa berharganya perintah Tuhan melalui cerita berikut:

Pada suatu hari, seorang ahli botani memetik sekuntum bunga kecil dari gunung dan memeriksanya melalui mikroskop. Kemudian, dia melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan dipenuhi dengan harmoni dan misteri Tuhan di dalamnya. Ahli botani itu tidak dapat menahan kegembiraan dan kekagumannya saat meneliti bunga itu menggunakan mikroskop sepanjang hari.

Lalu, seorang anak gembala yang datang dengan kawanan dombanya melihat hal itu. Dengan penasaran, anak gembala itu bertanya, “Apa yang sedang kamu lihat tanpa henti?” Kemudian ahli botani itu menyuruhnya untuk melihat ke dalam mikroskop.

Anak gembala itu juga tidak dapat mengalihkan pandangannya dari pemandangan yang dilihatnya. Dia berpikir bunga itu hanyalah sekuntum bunga liar biasa yang kecil, tetapi kelopak bunga halus yang terlihat di bawah mikroskop adalah sebuah maha karya yang tidak dapat dilukiskan oleh seniman mana pun di dunia.

Terpikat dengan keindahan bunga itu, air mata mulai menetes dari mata anak gembala itu.

Dia berkata, “Seandainya aku tahu bunga itu secantik ini, aku tidak akan memperlakukannya dengan kasar…”

Dulunya, dia menginjak bunga-bunga itu secara tidak sengaja dengan menganggapnya sebagai rumput liar yang tumbuh di alam sekitar karena tidak menyadari keagungan Tuhan yang terkandung di dalam ciptaan-Nya. Kemudian ia menangis tersedu-sedu, menyesal karena tidak menyadari pemeliharaan besar Tuhan yang terkandung dalam ciptaan-Nya.

Kasih Tuhan yang terkandung dalam perintah-Nya

Bunga yang terlihat sangat sederhana itu mengandung keindahan alam semesta yang tidak dapat digambarkan ketika dilihat melalui mikroskop. Keindahan bunga itu telah diinjak oleh orang yang tidak mengetahuinya. Sama seperti itu, perintah Tuhan yang mengandung kehendak-Nya yang penuh misteri telah diabaikan dan ditolak oleh orang yang tidak mengetahuinya.

Tidak peduli seberapa sederhananya perintah Tuhan terlihat, semuanya berkaitan dengan keselamatan kita dan mengandung kasih Tuhan bagi jiwa kita. Kita akan lebih bisa menghargai dan menaati perintah Tuhan, serta mengasihi-Nya dengan sepenuh hati jika kita membuka mata rohani kita dan menyadari kasih serta berkat Tuhan yang terkandung di dalam perintah-perintah-Nya.

Sebagai contoh, mari kita lihat Paskah perjanjian baru, salah satu perintah Tuhan yang paling penting. Dari luar, upacara ini tampak seperti upacara untuk makan roti dan minum anggur, tetapi sebenarnya, di dalamnya terkandung rahasia keselamatan. Itulah sebabnya Kristus berkata, “Aku sangat rindu makan Paskah ini.”

Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”… Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.”… Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” Luk 22:7-15, 19-20

Paskah berasal dari sejarah Keluaran, ketika bangsa Israel diselamatkan dari tulah melalui darah anak domba. Paskah adalah sebuah perintah yang Yesus Kristus nyatakan sebagai “perjanjian baru” untuk keselamatan manusia. Para rasul menekankan bahwa kita harus merayakan Paskah karena Kristus telah dikorbankan sebagai Anak Domba Paskah (1 Kor 5:7-8).

Meskipun Paskah perjanjian baru adalah hukum kebenaran yang ditetapkan oleh Tuhan untuk keselamatan kita, nabi-nabi palsu menolaknya. Mereka berusaha menghalangi umat Tuhan untuk merayakan Paskah, yang merupakan perintah Tuhan. Kita harus menyadari pekerjaan roh-roh jahat yang mengubah waktu dan hukum Tuhan untuk menghalangi umat-Nya mengasihi Dia (Dan 7:25).

Roh-roh jahat di bawah kendali Setan telah menyusup ke dalam hati manusia untuk menutup hikmat dan pengertian rohani mereka. Akibatnya, kebenaran kehidupan telah diinjak-injak selama 1.600 tahun hingga Tuhan memulihkannya kembali pada zaman ini.

Tuhan menetapkan perintah-Nya untuk melindungi jiwa kita, bukan untuk mengikat atau mengekang kita. Jika kita mematuhi perintah-Nya, kita dapat merasakan kasih Tuhan yang telah menanggung segala penderitaan, bahkan sampai mengorbankan nyawa-Nya demi menyelamatkan anak-anak-Nya. Tuhan menetapkan perintah-Nya melalui darah pengorbanan-Nya; ini adalah bukti yang pasti dari kasih Tuhan bagi kita. Kita dapat mengungkapkan kasih kita kepada Tuhan dengan menaati perintah-perintah-Nya.

Sorga adalah tempat yang sangat indah. Tuhan memberikan perintah-Nya untuk memurnikan kita supaya kita bisa menjadi makhluk indah yang tinggal di sana untuk selama-lamanya. Saya berharap sebagai orang kudus yang mengasihi Tuhan, kita bisa menyadari kasih-Nya yang agung dan mematuhi serta memberitakan perintah-perintah-Nya, sehingga kita semua bisa menuntun banyak jiwa ke jalan keselamatan.