WATV.org is provided in English. Would you like to change to English?

Berapa Hari Lagi yang Tersisa dalam Hidup Kita?

96 Jumlah tampilan

Ada begitu banyak orang yang hidup dalam dunia ini, tetapi hampir tidak seorang pun dari mereka mengetahui dengan persis berapa banyak waktu yang tersisa dalam hidup mereka. Kebanyakan dari mereka menghabiskan hari-hari yang telah diberikan kepada mereka hanya untuk memikirkan kehidupan mereka di bumi ini. Namun, terdapat juga orang-orang yang memikirkan tentang Kerajaan Sorga dan hidup untuk dunia yang abadi.

Lalu, kehidupan seperti apa yang kita jalani sekarang? Kita perlu memeriksa diri kita sendiri untuk mengetahui apakah kita sedang berjalan tanpa arah dalam keimanan dengan keyakinan yang samar terhadap sorga. Marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan tentang arah dan tujuan dalam hidup yang harus kita pilih sambil bertanya pada diri kita sendiri, “Apakah tujuan dalam hidup ini? Bagaimana seharusnya kita menjalani hidup kita?”

Hikmat untuk Menghitung Hari-hari Kita

Thomas More yang dikenal sebagai penulis buku “Utopia” dan merupakan seorang politikus Inggris, dipenjara pada akhir masa hidupnya karena memegang teguh pada prinsipnya. Saat keluarganya mengunjungi dia di penjara, mereka berkata kepadanya bahwa dia tidak seharusnya mati seperti itu dan membujuknya untuk menghentikan perlawanannya terhadap raja sehingga dia dapat menemukan jalan untuk bertahan hidup. Setelah mendengar permintaan tulus dari keluarganya, dia bertanya kepada mereka kira-kira berapa tahun lagi dia dapat hidup di dunia ini jika dia melakukan itu. Mereka menjawab bahwa dia akan hidup sekitar 20 tahun lagi. Lalu dia mengatakan seperti berikut:

“Saya tidak dapat menjual jiwa saya dan menyerah pada hidup kekal hanya untuk hidup sedikit lebih lama.”

Dia bermaksud bahwa 20 tahun itu terlalu pendek jika dibandingkan dengan hidup dalam dunia kekal setelah kematian, dan bahwa dia tidak akan menyerah pada keabadian hanya untuk memiliki waktu yang sedikit lebih lama.

Seperti dia, kita perlu memikirkan tentang berapa banyak lagi sisa hari-hari yang kita miliki. Panjang umur kita adalah sekitar tujuh puluh atau delapan puluh tahun. Bahkan jika kita hidup sampai 100 tahun, semua hari-hari kita berlalu dengan cepat; kita hidup hanya untuk waktu yang terbatas. Jadi, tersisa sangat sedikit waktu bagi kita sekarang.

Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mzm 90:11-12

Penulis Mazmur meminta hikmat kepada Tuhan untuk menghitung hari-hari yang tersisa dalam kehidupan kita. Ini adalah ajaran yang sangat penting. Apakah yang akan terjadi kepada kita jika kita menolak Tuhan, menyerah pada iman, dan meninggalkan misi penginjilan kita untuk kehidupan duniawi kita yang singkat? Ketika kita memikirkan tentang berapa banyak hari-hari yang tersisa untuk hidup, kita dapat mengerti untuk apakah kita harus hidup dalam sisa kehidupan kita di bumi sehingga kita dapat mempersiapkannya dengan bijak untuk dunia kekal yang akan segera datang.

Beberapa orang mungkin memiliki beberapa tahun lagi untuk hidup dan beberapa orang memiliki sisa hidup beberapa tahun atau pun beberapa hari. Itu adalah pilihan yang sangat bodoh untuk menyerah pada hidup kekal yang telah Tuhan janjikan kepada kita hanya untuk kehidupan yang sementara ini. Kita perlu menghitung hari-hari kita dengan benar sehingga kita dapat memiliki hati yang bijak dan cukup layak untuk memasuki Kerajaan Sorga yang kekal.

Dunia Kekal yang Tak Terlihat

Tidak ada yang kekal di bumi ini, dan tidak seorang pun dapat hidup selamanya di bumi. Tidak peduli seberapa besar kuasa seseorang, dia akan mati pada waktunya. Demikianlah hidup.

Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Mzm 90:9-10

Alangkah baiknya jika semua hari dalam kehidupan kita berlalu dalam sukacita akan Tuhan. Namun, Alkitab mengatakan bahwa kebanyakan orang menjalani kehidupan mereka dalam murka Tuhan. Dengan kata lain, mereka menghabiskan masa muda dan tenaga mereka mengejar kenikmatan dunia yang penuh dosa ini, daripada menjalani hidup mereka sesuai dengan kehendak Tuhan.

Hari-hari berlalu dengan sangat cepat, seperti yang dikatakan Alkitab, “Sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Jika kita menghitung berapa banyak sisa hari yang kita miliki untuk hidup di bumi ini, kita akan mengetahui bahwa kita tidak memiliki banyak waktu tetapi hanya sedikit waktu yang tersisa. Namun, waktu di dalam Kerajaan Sorga yang telah disiapkan Tuhan bagi kita adalah kekal.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Kor 4:16-18

Alkitab mengajarkan bahwa kita harus mengejar hal-hal di dalam dunia yang tak terlihat, bukan hal-hal yang terlihat di bumi ini, dan bahwa hal-hal yang terlihat adalah sementara sedangkan hal-hal yang tak terlihat adalah kekal. Tuhan telah memberitahu anak-anak-Nya untuk menghitung hari-hari yang tersisa bagi mereka di bumi ini sehingga mereka dapat memilih hal-hal yang kekal dan memperolehnya.

Misi Pekerja Perjanjian Baru Menuntun pada Keabadian

Semakin lama saya hidup sebagai pendatang di bumi ini, semakin sering saya mendengar tentang kenalan saya yang meninggal dunia. Saat tubuh mereka kembali menjadi debu, kebijaksanaan, kekayaan, dan kekuatan yang mereka miliki sama sekali tidak berarti dan mereka perlahan-lahan menghilang dari ingatan orang-orang. Namun, pencapaian Injil dari umat Tuhan, yang telah menjalani kehidupan iman di bumi ini dan dibawa dalam pelukan Tuhan, tetap menjadi buah indah yang tidak akan pernah terlupakan. Itu sebabnya Tuhan selalu menyuruh kita menjadi pekerja Perjanjian Baru.

Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 2 Kor 3:6

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Mrk 16:15-16

Tuhan telah membuat kita memenuhi syarat untuk menjadi pekerja perjanjian baru dan memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada semua orang. Terdapat banyak jenis pekerjaan di dunia ini, dan banyak orang mengerahkan segala upaya mereka untuk pekerjaannya demi kehidupan mereka yang fana. Namun, Tuhan telah memberikan kita kesempatan untuk bekerja demi hal-hal yang kekal, meskipun hanya pekerjaan yang kecil.

Tuhan telah memilih dan memanggil kita untuk menjadi pekerja Injil perjanjian baru dan mengirim kita ke dunia yang merupakan tempat kerja kita. Tidak peduli apa pekerjaan kita masing-masing dan di mana pun kita berada, kita tidak boleh berhenti memberitakan kehendak Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Karena kita telah dipercayakan dengan tugas yang besar untuk menyelamatkan semua orang di dunia, kita harus berusaha untuk memberitakan Injil sampai kita pergi ke sorga, rumah kita yang kekal.

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,… Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. 2 Tim 4:1-8

Rasul Paulus mendedikasikan hidupnya untuk memberitakan Injil. Sebelum dia menjadi martir, dia berkata bahwa waktunya telah tiba untuk keberangkatannya dan menghitung hari yang tersisa dalam hidupnya. Jika dia menyangkal Yesus dan meninggalkan imannya, dia bisa saja dibebaskan dari penjara. Namun, dia tidak pernah melakukannya, karena dia tahu bahwa ada perbedaan yang amat besar dalam jangka waktu antara kehidupan di bumi ini dan kehidupan di dunia yang dijanjikan Tuhan. Jadi, Rasul Paulus dengan yakin mengatakan bahwa telah tersedia baginya mahkota kebenaran, dan mengatakan kepada orang-orang kudus untuk memberitakan firman, siap sedia baik atau tidak baik waktunya.

Iman Orang-Orang Kudus yang Merindukan Kerajaan Sorga

Nenek moyang iman kita juga berjalan di jalan keimanan dengan menyadari bahwa hidup mereka di bumi ini hanyalah sementara.

… yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. Ibr 11:33-38

Orang-orang kudus Gereja awal, termasuk Rasul Paulus, disiksa saat memberitakan Injil, tetapi mereka menolak untuk dibebaskan, dan mereka menderita segala macam kerugian, disebut sebagai bidah, tetapi mereka tidak peduli sama sekali. Itu semua karena mereka mengetahui lebih daripada siapa pun bahwa segala sesuatu di bumi ini adalah sementara dan bahwa mereka yang menganiaya dan mengejek mereka akan mati pada waktunya. Karena mereka sangat yakin bahwa mereka tidak boleh menyerah pada kehidupan di Kerajaan Sorga yang kekal hanya untuk tinggal di bumi ini sedikit lebih lama, mereka dapat menganggap semua kesulitan dan pencobaan itu bukan apa-apa.

Sebagai orang Kristen, kita seharusnya memiliki pemahaman mengenai konsep waktu di bumi dan di sorga. Ketika kita melupakan bahwa waktu kita di bumi ini adalah sementara, semua kebijaksanaan kita akan hilang dan iman kita akan terancam, dicobai oleh kejahatan di dunia ini. Kita akan menggerutu melawan Tuhan dan menyerah pada iman ketika hidup menjadi sedikit lebih sulit.

Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Rm 8:16-18

Alkitab berkata bahwa penderitaan kita zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Karena orang-orang kudus Gereja awal percaya akan hal ini, mereka tidak pernah menyerah pada Kerajaan Sorga tidak peduli apa pun yang mereka alami. Mereka berpikir, “Saya akan segera pergi ke Kerajaan Sorga yang kekal. Jadi, jika saya hidup beberapa tahun lagi di bumi ini dengan menyangkal Kristus dan kehilangan Kerajaan Sorga, apa gunanya melakukan itu dan kegembiraan atau kebahagiaan apa yang akan saya miliki?” Mereka mempunyai iman yang sangat besar yang bahkan dunia ini pun tidak pantas bagi mereka.

Hari ini, kita juga seharusnya memiliki iman yang sama di dalam hati kita dan membuka mata rohani kita kepada Kerajaan Sorga setiap harinya, sambil menghitung hari yang tersisa dalam hidup kita di bumi. Tujuan kita yang kekal adalah Kerajaan Sorga. Kita akan menikmati hidup yang kekal dan kebahagiaan bersama Bapa dan Ibu Sorgawi di dalam Kerajaan Sorga selama-lamanya. Mari kita mengingat akan hal ini dan hidup untuk Kerajaan Sorga sambil melakukan pekerjaan duniawi kita juga dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap menjauhi keinginan-keinginan duniawi.

Hidup yang Menyenangkan Tuhan

Tuhan telah memberi kita jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: Berapa hari lagi yang tersisa dalam hidup kita? Untuk apa kita harus hidup, atau cara hidup apakah yang paling bijaksana? Meskipun kita menjalani hidup kita di bawah murka Tuhan sebelum kita mengenal Tuhan, sekarang marilah kita menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan dengan mengerahkan semua upaya kita untuk menyelamatkan dunia sebagai pekerja perjanjian baru. Ketika hidup kita mencapai akhir, pasti akan tiba saatnya ketika kita akan melihat bahwa kita telah menghabiskan waktu yang paling berarti di bumi ini.

… pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu. Kol 1:22-25

Paulus bersukacita bahwa dia boleh menderita untuk jemaat dan menggenapkan dalam dagingnya apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Dia telah hidup dengan harapan untuk menerima mahkota kebenaran yang kekal yang telah disiapkan oleh Tuhan untuknya ketika dia kembali ke sorga setelah menyelesaikan kehidupannya di bumi ini. Jika kita mempunyai iman seperti ini sebagai pekerja Injil, kita dapat benar-benar hidup berbahagia, bukankah begitu?

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Tim 2:3-4

Oleh karena kita telah dipilih sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus, kita tidak dapat menghindari penderitaan di dalam hidup kita. Bagi kita yang disebut sebagai prajurit Kristus dan pekerja perjanjian baru, dunia ini bukan lagi tempat untuk kesenangan dunia atau untuk beristirahat, tetapi sebuah ladang misi. Mereka yang tidak bekerja tetapi hanya beristirahat di tempat kerja akan menghabiskan hidup mereka di bawah murka Tuhan, bukankah begitu? Kapan pun kesulitan menghampiri kita, marilah kita memikirkan tentang berapa hari yang tersisa dalam hidup kita di bumi. Hal ini akan membantu kita memperbarui iman kita.

Ketika kita hidup di dalam hidup ini, kita hidup tanpa mengetahui Tuhan atau pun sorga. Akan tetapi sekarang, kita mempelajari firman Tuhan setiap hari mengenai bagaimana untuk hidup di Kerajaan Sorga. Sebagai umat Sion, marilah kita hidup untuk hidup yang kekal dan membiarkan mereka yang masih hidup di dalam kesia-siaan mengetahui bahwa terdapat hidup di dalam dunia yang kekal dan juga bahwa kehidupan di bumi ini hanya berakhir untuk sementara dan hilang pada akhirnya. Saya dengan sungguh-sungguh meminta Anda untuk berjalan di jalan iman yang benar untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan sebanyak yang Anda bisa, dengan memiliki kebijaksanaan untuk menghitung hari-hari Anda dan dengan bersemangat memberitakan kemuliaan Bapa Ahnsahnghong dan Ibu Sorgawi kita yang adalah Yerusalem Baru, ke Samaria dan bahkan sampai ke ujung bumi.