Pada suatu hari, ada pesta perkawinan di Kana di Galilea.
Ibu Yesus ada di siitu, dan Yesus serta murid-murid-Nya juga diundang ke pesta perkawinan tersebut. Selama jamuan makan, anggurnya habis.
Ibu Yesus berkata kepada para pelayannya,
“Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Sambil menunjuk ke enam tempayan besar, Yesus berkata kepada para pelayannya,
“Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.”
Mereka mengisi setiap tempayan sampai penuh sesuai perkataan Yesus.
“Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.”
Para pelayan membawakan gelas berisi air dari tempayan kepada tuan rumah perjamuan.
Air telah berubah menjadi anggur sebelum mereka menyadarinya.
Ketika pemimpin perjamuan mencicipi air yang telah diubah menjadi anggur, ia terheran-heran dan memanggil mempelai laki-laki ke samping.
“Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
Dengan melakukan mukjizat pertama-Nya, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Air tidak akan pernah bisa diubah menjadi anggur. Namun, itu mungkin bagi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jika kita menuruti apa pun yang Tuhan perintahkan, maka hal itu akan terlaksana; bahkan sesuatu di luar kemampuan manusia pasti bisa tercapai. Ini tidak memerlukan pemikiran atau pengalaman kita sama sekali.
Apakah tampaknya mustahil memberitakan Injil kepada orang-orang di seluruh dunia?
Ketika kita menaati Tuhan, apa pun yang Dia minta kita lakukan, nubuat bahwa “Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia” (Mat 24:14) akan digenapi secara ajaib.
Dan ada satu hal yang perlu diingat: Ketaatan timbul dari iman yang sempurna!