WATV.org is provided in English. Would you like to change to English?

Aku Telah Berdoa untuk Engkau

Lukas 22:24–46

88 Jumlah tampilan
FacebookTwitterEmailLineKakaoSMS

Pada perjamuan terakhir Paskah keributan muncul di antara para murid disebabkan oleh masalah “Siapakah yang terbesar di antara kita?” Dengan hati yang menyakitkan, Yesus melihat para murid yang tidak tahu tentang penderitaan-Nya yang akan terjadi dalam waktu dekat.

“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

Jawab Petrus, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”

Tetapi Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.” Setelah makan malam, Yesus pergi seperti biasa ke Bukit Zaitun, dan para murid mengikuti Dia.

“Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam cobaan.”

Setelah meninggalkan kata-kata ini, Yesus menjauhkan diri dari mereka, lalu Ia berlutut dan berdoa. Betapa sungguh-sungguh Dia berdoa sehingga keringat-Nya menjadi seperti tetesan darah yang jatuh ke tanah! Ketika Dia kembali kepada para murid-Nya, Dia mendapati mereka sedang tidur. Dia membangunkan mereka.

“Kenapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu tidak jatuh ke dalam pencobaan.”

Yesus tahu tentang penderitaan yang akan Dia hadapi segera. Itu adalah rasa sakit yang luar biasa yang ingin Dia hindari, tetapi Dia menolak untuk dibebaskan karena Dia harus menjalani itu untuk menyelamatkan anak-anak-Nya. Namun, Ia tidak bisa bebas dari kekhawatiran tentang murid-murid-Nya yang lemah imannya. Yesus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk Petrus yang bermegah tentang imannya dengan mengatakan bahwa dia akan mengikuti Yesus sampai mati, karena Dia tahu bahwa iman Petrus akan tergoncang pada saat dia melihat Yesus dianiaya dengan kejam. Alasan mengapa Petrus dapat kembali untuk memberitakan injil setelah menyangkal Yesus bahkan tiga kali adalah karena Yesus mengasihinya dan telah berdoa untuknya.

Doa Tuhan untuk anak-anak-Nya agar tidak jatuh ke dalam pencobaan berlanjut sampai hari ini juga. Doa Tuhan yang bersungguh-sungguh membuat kita mampu mengatasi segala pencobaan dan penderitaan.