Kesadaran
Kami berbagi kesadaran besar maupun kecil yang kami rasakan dalam kehidupan sehari-hari, berjalan bersama Tuhan.
Sion yang Penuh Kasih
Pada suatu hari Sabat, seorang jibsanim duduk di luar, menyisakan tempat duduk yang kosong untuk satu orang dapat duduk di tempat duduk itu. Ketika seorang saudari melihatnya, dia meminta jibsanim untuk mengisi tempat duduk yang kosong itu terlebih dahulu. Kemudian jibsanim berkata sambil tersenyum, “Saya mempersiapkan tempat ini untuk seorang saudari, karena dia akan segera datang.” Melalui perbuatannya itu walaupun kecil, saya bisa merasakan rasa kasihnya pada saudari saya dan itu membawa kehangatan di hati saya. Sion selalu terasa hangat karena penuh kasih sayang dari saudara-saudari yang mirip dengan Bapa dan Ibu Sorgawi.
Kim Hyeon-im dari Suncheon, Korea
Kebahagiaan Ibu
Dalam perjalanan pulang, Saya naik bus. Bus dipenuhi dengan pelajar setelah pulang sekolah, pekerja kantoran setelah pulang kerja, dan para lansia yang pulang ke rumah setelah berbelanja. Lalu saya melihat seorang anak sedang makan roti panggang sambil duduk di antara mereka. Ibunya memegang pegangan sambil berdiri di sampingnya dengan semua barang di kedua tangannya. Walaupun tangannya penuh, dia tersenyum bahagia melihat anaknya makan roti panggang dengan nikmat. Pemandangan itu masih jelas ada di benak saya seolah-olah terekam kamera, karena Ibu Sorgawi ada di benak saya. Ibu Sorgawi selalu menjaga kita dengan baik dan memandang kita dengan penuh kasih walaupun memikul beban dosa kita. Saya sangat kekanak-kanakan sehingga saya bahkan tidak menyadari bahwa saya memberikan beban yang begitu berat kepada Ibu.…
Ko Ji-hye, Namyangju, Korea
Apa yang Terpenting bagi Ibuku
Ketika saya pulang ke rumah setelah bertemu teman saya pada hari minggu sore, ibu saya memiliki beberapa lapis perban dijari kelingkingnya. "Mama, ada apa dengan tangan mama?" "Aku mendapat luka kecil ketika melakukan sesuatu." Namun, ketika melihat sekilas, itu bukanlah luka kecil sehingga saya memintanya untuk pergi ke dokter secepatnya. Namun dia berkata bahwa itu bukanlah hal yang serius dan dia akan pergi besok. Dia berkata begitu seolah-olah tidak ada yang benar-benar terjadi, jadi saya berpikir dia baik-baik saja, namun bukan hanya itu masalahnya. Keesokan harinya ketika saya pulang ke rumah setelah bekerja, kondisinya sangat buruk. Bukan hanya jarinya, seluruh tangannya dibungkus perban. Ketika dia pergi ke dokter, dia ditegur karena lukanya parah dan dia datang terlambat. Dokter mengatakan bahwa…
Lee Sun-mi, Seoul, Korea
Ucapkanlah, “Saya Meminta Maaf,” Sebelum Matahari Terbenam
Ketika musim dingin berlalu dan musim semi akan dimulai, lockdown diberlakukan di setiap kota di Inggris. Ini adalah tindakan yang diambil untuk mencegah penyebaran virus karena jumlah kasus yang terkonfirmasi dan kasus kematian meningkat setiap harinya akibat pandemi global COVID-19. Karena saya mulai bekerja dari rumah, saya dapat memiliki lebih banyak waktu untuk bersama keluarga saya. Hal ini sungguh baik pada awalnya. Namun, seiring waktu berlalu, saya mulai lebih sering berselisih dengan suami saya. Karena kami telah merasa lebih nyaman dengan satu sama lain, kami kurang hati-hati berbicara, yang akhirnya menyakiti perasaan satu sama lain. Suatu hari, kami sedikit mengeraskan suara kami selama bertengkar hanya karena suatu yang sepele. Sementara berusaha untuk mengabaikan suasana hati yang tidak nyaman di dalam…
Kim Du-ri dari Manchester, Inggris
Demi Mahkota Abadi
Ketika kita berada di dalam Tuhan, kita merasa senang dan bergembira atas berkat keselamatan dan janji akan Kerajaan Sorga. Namun, terdapat banyak hal bagi kita yang memerlukan kesabaran dan keteguhan sebagai anak Tuhan. Sebelum menikah, tidaklah mudah pergi ke Gereja, meninggalkan gemerlapnya kehidupan kota seusai bekerja pada hari kerja. Walaupun begitu, kapan pun saya menyingkirkan godaan dan belajar firman Tuhan di Gereja, atau berfokus pada pekerjaan rohani bersama dengan pemuda pemudi dalam kelompok umur yang sama, saya bersyukur kepada Tuhan karena memberikan saya penguasaan diri dan menggerakkan langkah saya menuju Sion. Setelah menikah, terdapat lebih banyak hal yang memerlukan penguasaan diri daripada ketika saya masih lajang, meskipun jenisnya berbeda-beda. Kapan pun saya berhadapan dengan kesulitan, saya menyemangati diri sendiri, sambil…
Kang Gyeong-mi dari Changwon, Korea
Tuhan Menanggung Beban Kita Setiap Hari
Kapan pun saya menghadapi masa-masa yang sulit, meskipun jarang, saya jatuh ke dalam perasaan malu dan merasa terbebani—‘Mengapa hanya saya yang kelelahan dan menderita?’ Namun, ada sosok yang lebih terbebani daripada saya. “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela” Mzm 68:20 Tuhan tahu betapa kesepian dan melelahkan bagi kita untuk melewati padang gurun keimanan. Itulah sebabnya Tuhan menanggung beban kita setiap hari. Itu semua berkat Bapa dan Ibu Sorgawi yang menanggung beban kita dan menuntun kita ke keselamatan, sehingga kita dapat memiliki sedikit lebih banyak istirahat dan kekuatan untuk maju menuju sorga.
Daejeon, Korea, Kim Mi-jeong
Ketika Setiap Bagian Tidak Bersatu
“Itu penyusup! Serang!” “Jangan, tunggu dulu! Saya bukan penyusup. Kita adalah keluarga!” “Pembohong! Serang! Serang!” Inilah yang terjadi di dalam tubuh seorang penderita Tiroiditis Hashimoto. Tiroiditis Hashimoto adalah penyakit autoimun; suatu kelainan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tiroid karena tiroid dianggap sebagai jaringan asing dalam tubuh. Tiroid terletak di bagian depan leher kita. Bentuknya menyerupai kupu-kupu. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme dan energi. Rendahnya hormon tiroid atau kelenjar tiroid yang tidak berfungsi dapat menyebabkan hipotiroidisme, suatu kondisi di mana tiroid tidak cukup menghasilkan hormon yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal itu dapat menyebabkan beberapa gejala seperti lelah, depresi, bertambahnya berat badan, rambut rontok, sendi kaku dan nyeri otot. Jika tiroid tidak dapat berfungsi, diserang terus menerus, hal…
Manhattan, NY, AS., Viana Lynnette Vazquez
Jika Hanya Bisa Melihat Dunia Selama Tiga Hari
Helen Keller adalah orang yang tidak dapat mendengar, melihat, maupun berbicara. Namun, dengan bantuan gurunya, Anne Sullivan, yang merawatnya dengan penuh kasih dan pengabdian, Helen menunjukkan tekad yang luar biasa, dan akhirnya belajar membaca buku dengan huruf braille dan mengekspresikan dirinya. Dalam tulisannya “Tiga Hari untuk Melihat,” ia menulis: “Pada hari pertama, saya ingin melihat orang-orang yang kebaikan dan kelembutan mereka membuat hidupku berarti. Pada hari kedua, saya akan bangun saat fajar menyingsing dan melihat keajaiban yang mendebarkan saat malam berubah menjadi siang. Pada hari ketiga, saya akan menghabiskan waktu di dunia kerja, di tengah hiruk pikuk manusia yang sibuk dengan urusan hidup. Jika saya bisa mendapatkan begitu banyak kesenangan hanya dari sentuhan, betapa lebih banyak lagi keindahan yang bisa…
Kim Jin Dari Bucheon, Korea
Yang Menunjukkan Kasih Tuhan
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Rm 5:8 Tidak ada seorang pun yang berani mati untuk orang lain. Bahkan lebih sulit lagi untuk menyerahkan nyawa seseorang untuk orang berdosa. Namun, ada Seseorang yang telah menunjukkan kasih-Nya yang sejati kepada kita dengan mati di kayu salib menggantikan kita, ketika kita masih menjadi orang berdosa yang tidak dapat diampuni. Dia adalah Bapa Sorgawi kita. Apakah ada yang bisa menunjukkan kasih yang lebih besar daripada ini? Saat ini, saya ingin menunjukkan kasih yang sejati kepada Bapa Sorgawi, yang telah mengasihi saya bahkan sampai mati, dengan berubah di bawah kasih karunia-Nya sepenuhnya.
Lee Eun-suk dari Saket, New Delhi, DL, India
Perkataan yang Tepat pada Waktunya
Ketika saya membantu dalam mempersiapkan sebuah acara untuk kelompok bapak di gereja. Karena banyak bantuan yang dibutuhkan, saya mengirimkan pesan teks kepada anggota Sion untuk meminta bantuan. Tidak lama kemudian seorang saudara mengirim balasan. “Terima kasih banyak telah bekerja keras untuk para anggota. Meskipun saya tidak dapat banyak membantu Anda, saya akan bergabung dan mendukung Anda. Saya mencintaimu.” Saya belum melakukan banyak hal, tetapi saudara itu berkata bahwa dia menghargai kerja keras saya dan akan membantuku secara aktif. Saya sangat berterima kasih padanya. Berkat itu, saya bisa menjadi sukarelawan dengan hati yang gembira. Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! Ams 15:23 Saat saudara itu memberiku kegembiraan dengan mengikuti firman Tuhan ini, saya…
Yeo In-won dari Daejeon, Korea
Pertobatan
“Tolong maafkan saya karena kurang mencintai saudara-saudari saya.” “Mohon maafkan saya karena tidak menaati firman Tuhan.” Ada banyak waktu ketika saya dapat memohon pengampunan kepada Tuhan—pada hari Sabat dan hari Ketiga setiap minggunya, dan pada Hari Pendamaian ketika kita mengakui semua dosa yang kita lakukan selama setahun. Namun, saya hanya mengulangi doa yang samar-samar dan tidak sungguh-sungguh berdoa. Saya tahu bahwa saya melakukan kesalahan, tetapi saya hanya berpikir Tuhan akan mengampuniku dan banyak berdoa untuk keinginanku, bukan bertobat. Saya benar-benar tidak pernah tahu bagaimana cara bertobat. Lalu satu ayat ini mengubah saya: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak…
Jang Min-gyeong dari Seongnam, Korea
Jangan Takut kepada Mereka, Sebab Aku Menyertai Engkau
Saat saya menerima kebenaran di Gereja Tuhan, saya begitu bahagia dan gembira, dan percaya bahwa inilah gereja benar yang harus didatangi orang-orang, agar bisa menerima keselamatan. Saya ingin menjadi seorang nabi yang hebat dan menginjil kepada siapa pun yang saya temui. Namun saya sering terintimidasi karena usia dan penampilan saya. Semua orang selalu berpikir bahwa saya adalah siswa SD karena tubuh mungil dan wajahku baby face. Saya juga lamban dan tidak bisa berbicara dengan baik. Jadi saya bertanya-tanya, ‘Apakah orang-orang akan mendengarkan saya dan percaya dengan apa yang saya katakan?’ Ketika saya dalam kesusahan karena masalah ini, salah satu rantingku yang menuntunku kepada kebenaran menunjukkan kepadaku ayat berikut: Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab…
Sharina Aya Z. Gorospe dari Kota Quezon, Filipina
Jika Itu Kehendak Bapa
Di Sion, saya diberi tugas yang tidak terduga. Awalnya saya mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memakai saya meskipun saya mempunyai banyak kekurangan. Namun, seiring berjalannya waktu, hal itu terasa memberatkan. “Itu terlalu berat bagi saya.” ‘Jika ada anggota lain yang akan melakukannya, itu lebih baik.’ Saat saya merasa frustrasi dan lemah, saya menemukan sebuah ayat dari Alkitab yang memberiku keberanian dan kekuatan. “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.” Mat 10:29–30 Ada tertulis burung pipit jatuh ke tanah hanya jika Tuhan menghendakinya. Tuhan menghitung bahkan rambut di kepala kita. Lalu, apa yang terjadi pada anak-anak Tuhan? Apa pun yang…
Yu Eui-jeong dari Pohang, Korea
Pekerjaan yang Dilakukan dengan Kuasa Tuhan
Baru-baru ini, saya khawatir untuk berpartisipasi dalam misi jangka pendek ke Kongo. Itu karena saya tidak pernah menggunakan bahasa Prancis yang digunakan oleh orang Kongo. Meskipun saya tidak fasih berbahasa, Tuhan memberi saya keberanian dan kekuatan. Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” Za 4:6 Berkat firman yang terukir di pikiranku sepanjang misi jangka pendek, saya bisa menghasilkan buah yang baik. Sesungguhnya kemampuan manusia tidak menjadi masalah asal dilakukan oleh Roh Kudus Tuhan. Saya tidak lagi bergantung pada kemampuan saya yang lemah. Saya hanya berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan Tuhan dan berkat Roh Kudus.
Tapiwa Toruvanda dari Harare, Zimbabwe
Suara Bapa dan Ibu
Karena pandemi COVID-19, banyak negara masih memberlakukan pembatasan perjalanan. Namun, kami juga mendengar harum Sion yang penuh berkat bahwa pandemi ini telah menyediakan kesempatan bagi para anggota kami untuk mempelajari Buku Kebenaran Bapa Sorgawi. Untuk mengajari kita jalan keselamatan, Bapa Sorgawi datang ke dunia yang gelap dan suram ini, yang mengacaukan kebenaran dengan kepalsuan. Setiap Buku Kebenaran yang di tulis Bapa selama 37 tahun, sambil begadang semalaman, berisi kasih-Nya yang tulus kepada anak-anak-Nya; Bapa ingin kita semua membedakan kebenaran dan kepalsuan dengan benar dan menerima keselamatan. Ada sebuah ayat Alkitab yang saya ingat ketika mempelajari Buku Kebenaran Bapa Sorgawi. Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis... namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi,…
Sushan Khati dari Gokarneshwor, Nepal
Tuhan sabar terhadap kita dan mengharapkan keselamatan
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 2 Petrus 3:9 Ayat ini adalah firman yang membuat saya menangis selama pembelajaran kedua setelah menerima kebenaran. Saudari yang mengajariku Alkitab berpikir saya menangis karena takut akan bencana, dan dia mencoba menghiburku, tetapi bukan itu alasanku menangis. Air mataku berlinang, karena saya bersyukur menyadari bahwa Tuhan telah dengan sabar menungguku untuk menyelamatkanku. Kasih Tuhan yang sabar, tidak ingin ada yang binasa, tetapi semua orang mau bertobat! Saya juga ingin mengambil bagian dalam menemukan anggota keluarga sorgawi kita dan menyampaikan kasih Bapa dan Ibu Sorgawi kepada semua orang.
Kim Ok-gyeong dari Uijeongbu, Korea
Sepatu Ayah
Itu terjadi ketika saya mengunjungi orang tua saya untuk merayakan ulang tahun ibu saya setelah sekian lama. Dalam perjalanan ke pasar untuk membeli hadiah ulang tahun untuk ibu saya, saya bertemu dengan ayah saya yang hendak pulang ke rumah. Kemudian saya memperhatikan sepatunya adalah sepatu tenis yang telah usang, diikat begitu erat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk. “Ayah! Mengapa kamu memakai sepatu tenis di hari yang panas ini? Apakah kamu tidak punya sandal?” Dia hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah tanpa berkata apa-apa. Saya membeli sepasang sepatu untuk ibu saya di pasar. Namun, saat keluar dari toko, saya teringat sepatu usang ayah saya. Saya masuk lagi ke dalam toko dan mengambil sepasang sandal untuknya. Saya kembali ke…
Jeon Eun-ok dari Seongnam, Korea
Kegembiraan Memanen Buah
Ketika saya masih muda, taman bermain saya adalah semua ladang dan sawah di desa saya. Membantu orang tua saya adalah salah satu permainan yang paling menyenangkan. Di musim pertanian yang sibuk, saya berlari mengelilingi ladang dengan cangkul atau beliung di tangan, atau mengikuti orang tua saya saat mereka menyemprotkan pestisida. Ketika musim panen tiba, saya membantu mereka memanen tanaman yang mereka rawat selama setahun dengan memetik buncis dan cabai merah, atau menggali ubi. Daripada merasa lelah, saya justru senang bisa tinggal bersama ibuku. Setiap kali mereka berangkat kerja, saya selalu mengikuti mereka. Waktu yang saya habiskan bersama orang tua saya di ladang dan sawah masih membekas di hati saya sebagai sebuah kenangan yang berharga meskipun saya sekarang adalah seorang ibu…
Park Jeong-ah dari Gimcheon, Korea
Aku Sangat Rindu
Dua tahun lalu, saya pergi ke rumah sakit karena pergelangan kaki saya sakit. Dokter memberi tahu saya bahwa sendi saya mengalami kerusakan yang parah, jadi saya menjadwalkan operasi. Saya ingin segera pulih sepenuhnya melalui operasi, tetapi ketika hari operasi semakin dekat, saya merasa takut. Saya terus membayangkan adegan ketika operasi, dan bahkan berpikir untuk membatalkannya. Pada hari operasi, saya menuju ruang operasi, berbaring di tempat tidur seolah sedang menunggu kematian. Mungkin karena saya sangat takut, ruang operasi terlihat dingin dan bahkan gaun putih para dokter pun terasa dingin. Saya berdoa dengan penuh semangat. Segera setelah mereka memberi saya obat bius, saya tertidur lelap. Saat aku terbangun, pergelangan kakiku sudah dibalut perban. Saya bersyukur kepada Tuhan ketika dokter memberi tahu saya…
Kim Jong-su dari Seongnam, Korea
Maaf Karena Telah Menyakitimu
Saya pergi ke taman kanak-kanak putri saya Seo-hee untuk menjemputnya. Ketika gurunya membawanya keluar, dia berkata kepadaku dengan tatapan cemas. “Seo-hee mengedipkan matanya sepanjang hari. Ini bukan kali pertamanya. Aku mengkhawatirkannya.” “Ah, dia punya mata yang sensitif, jadi dia melakukan itu saat dia merasa mengantuk atau banyak membaca. Aku akan menidurkannya lebih awal, dan dia akan baik-baik saja.” Saya berkata seolah-olah itu bukan masalah besar, dan saya pulang ke rumah. Namun, mungkin karena perkataan gurunya, sepertinya dia mengedipkan matanya lebih sering dari sebelumnya. Saat dia membaca buku, makan, atau berbicara, dia tidak berhenti mengedipkan matanya. Akhirnya, saya berteriak padanya sebelum saya menyadarinya. “Hentikan itu!” Dia bilang dia akan melakukannya, tetapi terus mengulanginya. Perilakunya yang berulang kali membuatku kesal, jadi aku…
Jeong Eun-jeong dari Seoul, Korea