Paskah, Alasan Malapetaka Terlewat dari Kita

46,796 views
본문 읽기 56:50

Tuhan menetapkan Paskah untuk menghancurkan kuasa iblis dan memberikan hidup yang kekal kepada anak-anak-Nya. Meskipun anggota-anggota keluarga Sion sudah tahu betapa pentingnya Paskah, kita perlu mempelajarinya dengan lebih saksama dan memahami mengapa malapetaka akan dilewatkan dari kita.

Apa makna Paskah yang sesungguhnya? Apa sumber kekuatan Paskah yang membuat kita terhindar dari malapetaka? Dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan, mari kita pelajari hal-hal ini secara mendalam.

Terhindar dari malapetaka melalui darah anak domba Paskah

Tuhan menetapkan Paskah sekitar 3.500 tahun yang lalu. Ketika bangsa Israel hidup sebagai budak di Mesir, Tuhan memerintahkan Firaun untuk membebaskan umat-Nya. Firaun menolak, dan sebagai akibatnya, Tuhan menurunkan sepuluh tulah ke atas Mesir. Tulah kematian anak sulung menimpa Mesir pada malam tanggal keempat belas bulan pertama dalam kalender suci. Sesuai dengan kehendak Tuhan, tulah tersebut melewati rumah-rumah yang membubuhkan darah anak domba Paskah pada kedua tiang pintu dan ambang atas. Semua ini terjadi pada hari Paskah.

“Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.” Kel 12:11-13

Pada malam itu, semua anak sulung di tanah Mesir mati, mulai dari anak sulung Firaun yang duduk di atas takhtanya sampai anak sulung tawanan yang ada di penjara. Di Mesir, tidak ada rumah tanpa seseorang yang mati (Kel 12:29-30). Akan tetapi, orang Israel yang membubuhkan darah anak domba Paskah pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah mereka diselamatkan dari tulah yang besar ini.

“Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.” Kel 12:23

Di sini, kita harus mempertimbangkan dengan saksama mengapa tulah ini melewati orang-orang Israel. Alasan mengapa tulah ini melewati bangsa Israel adalah karena darah anak domba Paskah; tulah ini tidak ada hubungannya dengan manusia itu sendiri. Bahkan jika mereka bijaksana, kaya, atau tinggal di istana, mereka tidak dapat menghindari tulah tersebut. Hanya rumah-rumah yang ditandai dengan darah anak domba Paskah yang bisa terhindar dari tulah itu.

Malapetaka terlewat dari kita bukan karena kita adalah orang yang luar biasa atau bijak, tetapi karena darah anak domba Paskah ada di dalam diri kita. Kita harus memikirkan dengan saksama kasih dan anugerah Tuhan yang tak terlihat, yang melindungi dan menyelimuti kita. Tuhan akan melindungi kita dari malapetaka, sedangkan penghakiman akan menimpa semua allah-allah palsu yang jahat di dunia yang penuh dosa ini. Kita tidak boleh hanya fokus pada Paskah, tetapi juga merasakan tangan kasih Tuhan yang melindungi kita.

Hal yang seharusnya paling ditakuti

Ini adalah sebuah dongeng. Suatu hari, seekor rubah bertemu dengan seekor harimau. Rubah itu berkata kepada harimau, “Apakah kamu tahu bahwa binatang-binatang lebih takut kepadaku daripada kamu?” Dia menuntut bahwa dia adalah hewan yang paling ditakuti di hutan.

Harimau yang dipandang sebagai raja dari semua binatang itu tercengang dengan keberanian makhluk kecil ini yang tampaknya akan jatuh tersungkur hanya dengan satu tendangan kaki belakangnya. Lalu rubah itu berkata, “Jika kamu tidak percaya, ikuti aku ke hutan. Kamu akan melihat apakah semua binatang takut kepadaku atau tidak.”

Demikianlah, rubah berbicara kepada harimau dengan percaya diri. Harimau yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu, mengikutinya dari belakang. Semua binatang sangat ketakutan dan melarikan diri seperti yang dikatakan rubah. Baik hewan kecil maupun besar, termasuk kelinci dan beruang, semuanya melarikan diri.

Rubah dengan bangga berkata, “Sudah lihat, kan? Semua binatang takut kepadaku!”

Namun sebenarnya, binatang-binatang itu melarikan diri dari harimau, bukan rubah yang berjalan di depannya.

Kita bisa melihat kejadian yang serupa di sekeliling kita. Orang dewasa terkadang bingung dan terintimidasi di depan anak-anak tertentu. Hal ini biasanya terjadi ketika orang tua dari anak-anak tersebut adalah orang kaya dan berpengaruh. Sebenarnya, mereka tidak takut pada anak-anak itu sendiri, tetapi pada latar belakang mereka yang kaya.

Setiap kali kita memberitakan kebenaran, musuh kita, si iblis, mundur dan tidak dapat menyakiti kita. Alasannya karena darah Anak Domba Paskah ada di dalam diri kita. Penghakiman Tuhan dijatuhkan kepada semua allah-allah Mesir pada malam Paskah. Jadi, yang paling ditakuti iblis adalah darah Anak Domba Paskah.

Kristus, Anak Domba Paskah

Para rasul bersaksi bahwa Kristus adalah kenyataan dari anak domba Paskah.

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih [AVB: dikorbankan] yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta… 1 Kor 5:7-8

Kristus, Anak Domba Paskah kita, telah dikorbankan bagi kita dengan mencurahkan darah-Nya yang berharga. Oleh karena itu, seperti yang diperintahkan Alkitab, kita harus merayakan hari Paskah yang penting ini. Iblis takut kepada kita bukan karena kita memiliki iman dan kuasa yang besar, tetapi karena darah Kristus yang berharga ada di dalam diri kita.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1 Ptr 1:18-19

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. Ef 1:7

Kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa bukan melalui pengetahuan atau hikmat kita sendiri, tetapi melalui darah Kristus yang berharga. Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan tidak bisa datang dari diri kita, tetapi dari darah Kristus yang berharga.

Dengan mengingat bahwa darah pengorbanan Kristus telah menyelamatkan kita, marilah kita selalu merendahkan hati kita dan menaati kehendak Tuhan.

Daging dan darah Kristus yang terkandung dalam Paskah

Mengenai darah Anak Domba Paskah yang menebus kita dari jalan hidup yang sia-sia—dari dosa dan maut, Yesus mengajarkan sebagai berikut:

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia… barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Yoh 6:53-57

Melalui darah Kristus, bukan hanya malapetaka saja, tetapi dosa dan maut juga akan terhindar dari kita. Tuhan telah memberi kebenaran Paskah perjanjian baru kepada kita sehingga darah-Nya tetap ada di dalam diri kita.

“… waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah… Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Mat 26:17-19, 26-28

… Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”… Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” Luk 22:7-8, 19-20

Perjanjian yang ditetapkan dengan darah Tuhan sendiri adalah Paskah. Tanpa darah Anak Domba Paskah, kita tidak akan dapat terhindar dari malapetaka ataupun mengalahkan iblis. Kristus, yang merupakan kenyataan dari Anak Domba Paskah, memberi daging dan darah-Nya kepada kita melalui roti dan anggur Paskah. Dia berjanji jika kita makan daging-Nya dan minum darah-Nya, kita akan tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita.

Meskipun demikian, ada banyak gereja di masa ini yang menuntut bahwa Paskah tidak perlu dirayakan. Apakah yang mereka katakan itu benar? Tidak. Tanpa darah Anak Domba Paskah, Setan bisa menyerang kita setiap saat dengan mudah. Jadi, Tuhan berkata bahwa siapa pun yang tidak merayakan Paskah harus dilenyapkan dari antara umat-Nya.

“Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN… Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.” Bil 9:10-13

Seseorang yang dilenyapkan dari antara umat Tuhan tidak akan bisa terhindar dari malapetaka. Selain itu, mereka tidak akan bisa menerima keselamatan dan malah akan masuk ke neraka. Pada zaman Perjanjian Lama, umat Tuhan terhindar dari tulah dengan membubuhkan darah anak domba Paskah pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah mereka, seperti yang diperintahkan Tuhan. Pada zaman Perjanjian Baru, Tuhan mengizinkan umat-Nya untuk terhindar dari malapetaka dan menerima keselamatan melalui daging dan darah Yesus—Anak Domba Paskah. Itulah sebabnya, Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa tanpa Paskah, kita tidak bisa menjadi umat-Nya, dan siapa pun yang tidak merayakan Paskah akan dilenyapkan dari antara umat Tuhan.

Kasih kudus Kristus yang terkandung dalam darah-Nya yang berharga

Mengapa darah Kristus yang berharga memiliki kuasa untuk membuat malapetaka melewati kita? Karena darah itu mengandung kasih dan pengorbanan Tuhan yang sangat besar. Nabi Yesaya menubuatkan penampilan Kristus 700 tahun sebelum kedatangan-Nya:

… Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian… Yes 53:1-12

Meskipun kitalah orang-orang yang telah melakukan dosa, Kristus telah menanggung hukuman kita. Memikul beban dosa-dosa kita, Dia ditikam dan ditusuk duri; Dia rela menyerahkan nyawa-Nya di ataskayu salib. Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan jelas. Pencurahan darah-Nya yang berharga adalah bukti nyata dari kasih-Nya. Itulah sebabnya para malaikat pemusnah dan bahkan iblis yang mengetahui kasih dan pengorbanan Tuhan yang begitu besar, tidak berani mendekati kita.

Kasih Kristus yang kudus terkandung di dalam darah perjanjian—Paskah. Dia memberikan kita hidup melalui kesakitan dan penderitaan yang luar biasa; mengoyakkan daging-Nya dan mencurahkan darah-Nya. Semua ciptaan tunduk kepada Tuhan karena kasih-Nya yang luar biasa dan pengorbanan-Nya yang kudus.

Kuasa darah pengorbanan Yesus memeteraikan dan melindungi kita dari semua malapetaka dengan membuatnya terlewat dari kita.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mzm 91:7-11

Pada zaman Perjanjian Lama, darah anak domba Paskah dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah orang Israel. Akan tetapi, pada zaman Perjanjian Baru, darah Anak Domba Paskah diletakkan di dahi dan di dalam hati kita melalui perjanjian baru. Jadi, bahkan jika malaikat pemusnah datang, dia akan melewati kita ketika dia melihat darah Kristus. Seribu orang mungkin akan rebahdi sisi kita dan sepuluh ribu di sebelah kanan kita, tetapi tidak ada malapetaka yang akan menghampiri umat Tuhan yang dimeteraikan dengan darah Anak Domba yang berharga dalam kebenaran Paskah perjanjian baru. Demikianlah, kita diselamatkan dari malapetaka melalui Paskah.

Iman yang bersyukur atas kasih pengorbanan-Nya

Kita tidak bisa membanggakan diri kita sendiri di hadapan Tuhan; kita menjadi diri kita yang sekarang berkat pengorbanan dan penderitaan Kristus yang luar biasa. Bukan kita yang harus ditakuti, melainkan darah Kristus yang berharga, Anak Domba Paskah yang harus ditakuti. Darah Kristuslah yang telah mengizinkan kita menjadi anak-anak Kerajaan Sorga yang kekal. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi angkuh atau sombong.

Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? 1 Kor 4:7

Jika kita menempatkan diri kita sendiri sebagai pusat dari iman kita, ini adalah sesuatu yang bodoh. Kita tidak boleh menyombongkan diri karena segala sesuatu yang kita miliki, baik pengetahuan, hikmat, maupun pemahaman kita tentang Alkitab, semuanya itu berasal dari Tuhan.

Ketika kita memahami hal ini, kita bisa meneladani kasih Kristus seperti yang dijelaskan dalam 1 Korintus pasal 13, yaitu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, dan tidak sombong. Sebaliknya, mereka yang melupakan kasih karunia Tuhan akan menjadi sombong dan angkuh. Mengenai orang-orang seperti ini, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan akan menangis di tempat yang tersembunyi oleh karena kesombongan mereka (Yer 13:15-17).

Ada orang yang berkata, “Kita boleh berbuat dosa asalkan kita merayakan Paskah.” Pemikiran seperti itu sangat bertentangan dengan Alkitab; kita tidak boleh memiliki pikiran seperti itu. Darah Anak Domba Paskah menghapus dosa-dosa kita; namun, dosa-dosa kita menghapus darah Anak Domba Paskah. Melalui darah Kristus yang berharga, Tuhan telah mengampuni semua dosa yang kita lakukan di sorga. Bagaimana mungkin kita berani mengotori darah-Nya yang berharga itu? Jika kita mengotorinya, darah-Nya tidak akan berguna lagi bagi kita. Meskipun nama seseorang tertulis di dalam Kitab Kehidupan, namanya masih bisa dihapus. Alkitab memberi tahu kita untuk berpegang teguh pada apa yang kita miliki sampai Kristus datang untuk menghakimi dunia, agar tidak ada seorang pun yang akan mengambil mahkota kita.

Kita harus menghargai darah Kristus yang berharga, yang telah dianugerahkan oleh kasih karunia-Nya. Meskipun kita sangat bangga karena telah menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal melalui Paskah, apa gunanya jika kita tidak memahami kasih pengorbanan Tuhan yang terkandung di dalamnya? Merenungkan rahmat dan kasih yang Tuhan berikan kepada kita, marilah kita menjadi umat Sion yang mengucap syukur dalam segala situasi dan selalu bersukacita. Kita harus memberitakan Injil kepada orang-orang di seluruh dunia yang hidup terpisah dari kasih karunia dan keselamatan Tuhan tanpa memiliki pengetahuan tentang Paskah. Mereka juga harus mendengar Injil dan menghargai darah Kristus yang berharga.