Paskah dan Tanda Perjanjian

52,407 views
Baca Artikel 55:12

Kecemasan meningkat di seluruh dunia karena malapetaka yang terjadi di setiap penjuru bumi. Seperti yang telah diperingatkan Alkitab ribuan tahun yang lalu, tidak hanya perang dan konflik, tetapi juga bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan pola cuaca yang tidak normal sedang terjadi pada masa ini. Malapetaka-malapetaka ini sedang terjadi sekaligus di zaman ini—zaman Roh Kudus.

Tuhan telah memulihkan Paskah di zaman ini untuk melindungi umat-Nya dari segala jenis malapetaka. Pada zaman Keluaran 3.500 tahun yang lalu, Tuhan secara khusus menyatakan Paskah karena malapetaka mengerikan yang akan menimpa seluruh tanah Mesir. Sebelum mendatangkan malapetaka, Tuhan selalu mempersiapkan umat-Nya dengan mengajarkan mereka untuk merayakan Paskah, karena itu adalah tanda perlindungan Tuhan.

Paskah, janji keselamatan

Berikut adalah kisah singkat tentang apa yang terjadi sebelum Yosua menaklukkan kota Yerikho: dua orang pengintai masuk ke rumah seorang perempuan sundal yang bernama Rahab, seseorang yang takut akan Tuhan dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyembunyikan mereka ketika mereka dikejar oleh tentara Yerikho. Mereka membuat perjanjian dengan Rahab sebelum kembali kepada Yosua dengan selamat. Jika Rahab mengumpulkan seluruh keluarga dan kerabatnya di rumahnya, serta mengikat tali dari benang kirmizi pada jendela, tentara Israel tidak akan membinasakan siapa pun yang melarikan diri ke rumahnya saat mereka menyerang Yerikho. Sesuai dengan yang dijanjikan, semua orang yang ada bersama-sama dengan Rahab diselamatkan ketika kota Yerikho diserang (Yos 2:1-21; 6:20-25).

Sama seperti tali dari benang kirmizi yang menjadi tanda keselamatan bagi Rahab dan keluarganya, Paskah adalah tanda perjanjian Tuhan untuk melindungi umat-Nya dari malapetaka.

Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. Ibr 11:28 

Orang-orang yang tidak menaati perintah Tuhan bersikeras bahwa Paskah hanyalah sebuah upacara atau formalitas yang tidak berhubungan dengan iman. Mereka bahkan mengutip sebuah ayat dari Alkitab, “Orang benar akan hidup oleh iman,” (Rm 1:17). Namun, Tuhan menetapkan upacara Paskah dan pemercikan darah untuk dipelihara oleh orang-orang yang beriman. Paskah adalah sebuah upacara yang ditetapkan dengan iman dan hari raya Tuhan yang hanya dapat dirayakan oleh umat beriman; Paskah tidak boleh dirayakan sebagai sebuah upacara formalitas.

Mari kita lihat kejadian dalam kitab Keluaran saat Tuhan menetapkan Paskah, dan mencari tahu janji apa yang terkandung dalam Paskah.

“Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya… Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.” Kel 12:5-14

Tuhanlah yang menetapkan Paskah dan memerintahkan umat-Nya untuk merayakannya. Itulah sebabnya mengapa bangsa Israel yang memiliki iman yang takut akan Tuhan menaati firman-Nya dan merayakan Paskah. Sebagai hasilnya, mereka terhindar dari tulah dan dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Akan tetapi, orang Mesir yang tidak merayakan Paskah karena tidak memiliki iman kepada Tuhan, tidak dapat menghindari tulah tersebut. Sebagai penggenapan firman Tuhan, semua anak sulung mereka mati; tidak ada satu pun rumah yang tidak ada kematian (Kel 12:29-51).

Peringatan Tuhan tentang malapetaka

Apakah kuasa Paskah yang melindungi umat Tuhan dari malapetaka hanya terbatas pada zaman Keluaran saja? Tentu saja tidak. Paskah adalah perjanjian Tuhan yang harus dirayakan sebagai ketetapan untuk selama-lamanya secara turun-temurun—bahkan hingga akhir zaman. Di dalam Alkitab, kita bisa menemukan kejadian di mana umat Tuhan diselamatkan dari malapetaka dengan merayakan Paskah, bahkan setelah zaman Keluaran (2 Taw 30:1-27; 2 Raj 19:32-35).

Pada zaman Perjanjian Lama, bangsa Israel membubuhkan darah domba Paskah pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah-rumahnya sebagai tanda bahwa mereka adalah umat Tuhan. Pada zaman ini, Tuhan telah memberi kita daging dan darah Yesus—kenyataan dari anak domba Paskah—supaya malapetaka melewati kita. Janji Tuhan yang terkandung dalam Paskah, “Tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu,” menjadi lebih berkuasa pada zaman ini, ketika malapetaka lebih merajalela daripada sebelumnya.

“… Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, bencana demi bencana [bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya, NIV] akan datang! Kesudahan datang, kesudahanmu tiba, seakan-akan ia terbangun melawan engkau, lihat datangnya! Malapetaka datang atasmu, hai penduduk negeri! Waktunya datang, saatnya tiba! Hari huru-hara, bukan tempik sorak di atas gunung-gunung. Sekarang dengan segera Aku akan mencurahkan amarah-Ku atasmu dan melampiaskan murka-Ku kepadamu, Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan membalaskan kepadamu segala perbuatan-perbuatanmu yang keji. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHANlah, yang memusnahkan… Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.” Yeh 7:2-19

Tuhan memperingatkan bahwa bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya akan menimpa umat manusia. Untuk menggenapi nubuat ini, bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya memang semakin merajalela di zaman ini. Merasakan gempa bumi dan perubahan iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya, orang-orang berkata, “Ini adalah bencana terburuk dalam seratus atau bahkan seribu tahun terakhir.” Bencana yang kita lihat saat ini benar-benar bencana yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

“… Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua. Raja akan berkabung dan pemimpin akan diliputi kekagetan dan tangan seluruh penduduk negeri itu menjadi lemas ketakutan. Aku akan perbuat terhadap mereka selaras dengan tingkah lakunya dan Aku akan menghakimi mereka selaras dengan cara mereka menghakimi. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.” Yeh 7:25-27

Bahkan orang-orang yang berkuasa dan pemimpin agama pun akan terkejut dan sama sekali tidak berdaya di hadapan malapetaka-malapetaka yang dahsyat ini. Meskipun mereka melakukan banyak persiapan untuk menghindari malapetaka, pada akhirnya, semua usaha mereka akan sia-sia. Ketika bencana yang akan datang semakin dekat, yang paling kita butuhkan adalah janji perlindungan Tuhan.

Paskah, tanda perjanjian Tuhan bahwa malapetaka akan melewati kita

Tuhan telah menjanjikan keselamatan melalui Paskah—sebuah tanda antara Tuhan dengan kita. Sama seperti Rahab dan keluarganya dapat diselamatkan dengan meletakkan tanda di rumahnya, demikian pula Tuhan meletakkan tanda keselamatan di dahi kita melalui Paskah.

Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T [tanda, BIMK] pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.” Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: “Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T [tanda, BIMK] itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. Yeh 9:4-6

Tuhan berfirman, “Semua orang yang ditandai dengan huruf T [tanda, BIMK] itu, jangan singgung!” Dengan kata lain, Tuhan pasti akan melindungi orang-orang yang memiliki tanda tersebut. Pada zaman Keluaran, Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan Paskah agar malaikat pemusnah melewati mereka. Saat ini, Tuhan juga telah memberi kita Paskah—tanda perjanjian-Nya untuk melindungi kita dari malapetaka. Rasul Yohanes melihat penglihatan yang sama seperti yang dilihat oleh Nabi Yehezkiel di Pulau Patmos.

Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Why 7:1-3

“Kemudian dari pada itu” menunjukkan pada saat setelah peristiwa yang dijelaskan dalam kitab Wahyu 6: “Bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.” Di sini, bintang-bintang di langit dan pohon ara melambangkan bangsa Israel, dan angin melambangkan perang. Sama seperti buah ara yang menggugurkan buahnya yang mentah karena digoncang angin yang kencang, enam juta orang Yahudi dibunuh oleh Nazi karena mereka sangat menderita dalam Perang Dunia II. Oleh karena itu, “kemudian dari pada itu” berarti setelah Perang Dunia II (Why 6:12-17).

Kalau begitu, meterai apakah yang akan diletakkan di dahi umat Tuhan setelah Perang Dunia II? Jawabannya ialah Paskah. Tuhan telah menjanjikan Paskah sebagai tanda penebusan sejak zaman Keluaran. Meterai Tuhan diletakkan di dahi umat-Nya agar mereka bisa terhindar dari malapetaka. Semua orang yang merayakan Paskah dengan kudus dan berdiam di dalam kebenaran perjanjian baru adalah mereka yang telah menerima meterai Tuhan. Sama seperti Yosua yang memerintahkan seluruh tentara Israel untuk tidak melukai Rahab dan keluarganya, Tuhan juga telah memerintahkan malaikat-malaikat pemusnah untuk tidak menjatuhkan malapetaka ke atas umat-Nya yang merayakan Paskah, bahkan pada malapetaka besar yang terakhir.

Pekerjaan pemeteraian dari timur ke seluruh dunia

Pekerjaan pemeteraian Tuhan dimulai dari timur. Kenyataan bahwa pekerjaan pemeteraian dimulai dari timur—tempat matahari terbit—menunjukkan bahwa sesuatu yang penting pasti akan terjadi di sana.

Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya… Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab TUHANlah yang mengucapkan firman ini. Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit. Yes 24:1-6

Sebab beginilah akan terjadi di atas bumi, di tengah-tengah bangsa-bangsa, yaitu seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, seperti pada waktu pemetikan susulan, apabila panen buah anggur sudah berakhir. Dengan suara nyaring mereka bersorak-sorai, demi kemegahan TUHAN, mereka memekik dari sebelah barat: “Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!” Dari ujung bumi kami dengar nyanyian pujian: “Hormat bagi Yang Mahaadil!”… Yes 24:13-16

Tepat sebelum bumi ditanduskan setandus-tandusnya dan dijarah sehabis-habisnya, pekerjaan pemeteraian Tuhan dimulai dari ujung bumi di timur. Jika kita mengikuti garis lintang dari pulau Patmos, tempat Rasul Yohanes melihat penglihatan ini, negara yang ada di ujung timur bumi adalah Korea. Inilah sebabnya mengapa Paskah—kebenaran perjanjian baru—pertama kali dipulihkan di Korea dan pekerjaan pemeteraian Tuhan sedang dilakukan pada semua umat Tuhan di seluruh dunia.

Saat ini, umat-umat Sion sedang pergi ke seluruh dunia dan memberitakan tentang Kristus—yang datang dengan nama baru, Ibu Sorgawi Yerusalem Baru, dan Paskah perjanjian baru. Memberitakan injil adalah proses di mana meterai Tuhan dapat diletakkan pada umat-umat Tuhan. Siapa pun yang menerima janji Tuhan ini dengan hati yang penuh syukur akan diselamatkan, tetapi siapa pun yang tidak menerimanya akan dihukum (Mrk 16:15-16).

Kesusahan Yakub dan keselamatan dari Tuhan

Kita dapat memahami bahwa Paskah adalah kebenaran terbesar yang telah Tuhan persiapkan untuk keselamatan kita. Yesus berkata bahwa malapetaka terakhir akan menimpa semua penduduk bumi ini.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Luk 21:34-36

Kita harus selalu berjaga-jaga, senantiasa berdoa, dan mengabdikan diri sepenuhnya pada pekerjaan Tuhan, agar hari terakhir tidak menimpa kita seperti jebakan. Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya, Yakub bergulat dengan malaikat Tuhan di tempat penyeberangan sungai Yabok sepanjang malam. Meskipun dia kesakitan karena sendi pangkal pahanya terpelecok, dia tidak mau menyerah; dan akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah menerima berkat Tuhan. Inilah kesulitan yang suatu saat juga harus kita alami dalam perjalanan pulang ke kampung halaman rohani kita, Kerajaan Sorga. Kesusahan yang dialami Yakub juga disebutkan di dalam kitab Yeremia.

“Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan? Mengapakah setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan? Mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat? Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam…” Yer 30:6-9

Dengan menyadari nilai dari keselamatan ini, kita harus memiliki iman yang teguh untuk mengatasi semua kesulitan dan penderitaan. Apa pun kesulitan atau penderitaan yang kita hadapi, kita harus kembali ke rumah sorgawi kita dengan berpegang pada berkat-berkat Tuhan. Kita harus menjaga iman kita dan bertahan sampai akhir, sama seperti Yakub yang kembali ke kampung halamannya setelah menerima berkat Tuhan.

Umat-umat Sion memiliki tanda perjanjian Tuhan, yaitu Paskah. Tuhan mengizinkan bangsa Israel untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi tulah yang akan dijatuhkan dengan merayakan Paskah. Pada zaman ini, Tuhan juga mengizinkan kita untuk terhindar dari malapetaka melalui Paskah sebagai tanda perjanjian-Nya. Meskipun malapetaka terjadi di seluruh dunia dengan seribu orang rebah di sisi kita dan sepuluh ribu di sebelah kanan kita, Tuhan akan menghalangi malapetaka yang datang mendekati kita (Mzm 91:7-16). Tuhan berjanji untuk membuat semua jalan kita aman dan melindungi kita. Dengan mengukir janji yang berharga ini di dalam hati kita, marilah kita memuliakan dan memberi pujian kepada Tuhan untuk selama-lamanya.

Paskah dan Tanda Perjanjian

55:12
0:00 55:12

Kecepatan Putar

1x

Suara ini dihasilkan oleh AI. Mungkin ada sedikit perbedaan.