WATV.org is provided in English. Would you like to change to English?

Natal Bukan Hari Kelahiran Yesus?

106 Jumlah tampilan
Ketika bulan Desember tiba, pohon Natal ada dimana-mana dan toko-toko memajang hadiah Natal. Orang-orang terlihat sangat bersemangat.
Pertanyaan Saudara, tahukah Anda bahwa Natal bukanlah hari kelahiran Yesus bukan?
Ya. Itu bahkan ada di TV. Namun masyarakat tidak menganggap Natal sebagai hari keagamaan. Ini lebih seperti liburan ketika semua orang menikmatinya bersama.
Itu benar. Namun, tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran dewa matahari. Memperingati hari seperti itu jelas merupakan perbuatan untuk menyembah dewa kafir.
Saya terkejut ketika pertama kali mendengarnya. Apa yang telah terjadi? Bagaimana orang bisa merayakan hari kelahiran Yesus pada hari kelahiran dewa matahari?
Ketika agama Kristen menyebar ke luar Yudea ke negara-negara lain, sebuah gereja didirikan di Roma. Pada awalnya banyak dianiaya, tetapi lambat laun diakui oleh kekaisaran. Saat itulah banyak masalah terjadi. Umat Kristen di Roma tidak mengikuti ajaran Alkitab secara umum. Mereka mencampurkannya dengan ide-ide dan simbol-simbol kafir. Salah satunya adalah Natal. Tanggal 25 Desember adalah hari dimana siang hari paling pendek dalam satu tahun, jadi orang Romawi percaya bahwa itu adalah hari dimana dewa matahari yang paling mereka hormati lahir dan menjadi lebih kuat. Mereka mengadakan perayaan dalam skala besar di seluruh Roma sekitar tanggal 25 Desember. Umat Kristen datang untuk ikut serta dalam perayaan ini dan kemudian hari tersebut diubah menjadi hari kelahiran Yesus.
Jadi, doktrin penyembahan dewa matahari Romawi masuk ke dalam agama Kristen?
Ya. Beberapa orang bersikeras bahwa mereka merayakan hari kelahiran Yesus pada hari Natal karena mereka tidak dapat mengetahui tanggal yang pasti hari kelahiran Yesus. Namun, jika kita mengikuti pengertian mereka, seharusnya juga tidak masalah walaupun kita merayakan hari kelahiran Yesus pada hari yang lain seperti pada hari lahir Buddha atau hari lahir Ganesha. Tuntutan mereka hanyalah alasan yang tidak masuk akal.
Apakah Natal dipengaruhi oleh budaya lain?
Semua cara merayakan Natal berasal dari adat istiadat Romawi. Pada bulan Desember, ada tiga festival yang bernama Saturnalia, Sigillaria, dan Brumalia. Selama Saturnalia, yaitu dari tanggal 17 hingga 24 Desember, semua orang menikmati kesenangan, tanpa memandang kekayaan atau status sosial. Selama Sigillaria, mereka memberikan boneka kepada anak-anaknya untuk dimainkan. Pada tanggal 25 Desember, titik balik matahari musim dingin, mereka merayakan Brumalia, untuk merayakan terbitnya matahari.
Sebagai orang beriman kepada Tuhan, saya tidak begitu mengerti bagaimana hari perayaan kelahiran Yesus berasal dari adat istiadat kafir.
Mereka tetap mengatakan tidak apa-apa yang penting mereka menyembah Tuhan. Namun Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menganggap perbuatan seperti itu menjijikkan.

Ditambahkan-Nya lagi: “Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi yang mereka lakukan.” Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus. Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini.” Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur. Yehezkiel 8:13–16

Penyembahan dewa matahari di rumah Tuhan sedang terjadi di gereja-gereja saat ini. Jika mereka melakukannya karena tidak tahu, kita bisa memberi tahu mereka. Namun jika mereka merayakan Natal meskipun mereka tahu hari apa itu, maka mereka tidak akan pernah bisa menerima berkat Tuhan.

Saya hampir melakukan sesuatu yang keji di mata Tuhan. Mulai sekarang, saya akan mempelajari Alkitab dengan rajin dan tidak melakukan apa pun yang dibenci Tuhan.
Benar. Mari kita hanya menaati peraturan-peraturan yang ditetapkan Tuhan, agar kita semua bisa diberkati.