Paskah, Kunci yang Membuka Pintu Gerbang Sorga

51,083 views
본문 읽기 54:20

Ada banyak gereja di dunia ini yang mengaku percaya kepada Tuhan. Namun, hanya Gereja Tuhan yang merayakan hari raya Paskah perjanjian baru yang mengandung janji keselamatan.

Seperti yang dikatakan Alkitab, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah,” (Hos 4:6), ada banyak orang yang tidak memahami Alkitab dengan benar dan menganggap Paskah sebagai sesuatu yang sepele dan tidak penting. Mereka berpikir Kerajaan Sorga otomatis akan diberikan kepada mereka jika mereka hanya percaya kepada Tuhan. Melalui Alkitab, marilah kita mempelajari makna Paskah untuk membedakan kebenaran dari kepalsuan.

Mereka yang menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang

Ketika Yesus datang 2.000 tahun yang lalu, para pemimpin agama pada masa itu tidak hanya gagal menaati ajaran-ajaran Tuhan, tetapi juga menyesatkan banyak orang.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.” Mat 23:13

Pada waktu itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah para pemimpin agama. Sebagai pemimpin rohani, mereka seharusnya memimpin orang-orang ke sorga, tetapi sebaliknya, mereka malah menutup pintu gerbang Kerajaan Sorga di depan orang dan mereka sendiri pun tidak masuk.

Yesus menegur mereka dengan tegas karena mereka menghalangi jalan ke sorga. Apa yang akan terjadi pada mereka yang menghalangi orang untuk masuk ke sorga sudah jelas; Yesus memperingatkan mereka tentang hal ini berulang kali.

“… Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?” Mat 23:32-33

Yesus juga menyamakan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan kuburan yang dilabur putih, yang luarnya tampak bersih, tetapi dalamnya penuh dengan tulang belulang dan berbagai jenis kotoran. Dengan kata lain, para pemimpin agama tersebut tampak benar dari luar, tetapi sebenarnya di dalam mereka penuh dengan kemunafikan dan pelanggaran hukum (Mat 23:27-28).

Mereka yang menghalangi orang-orang untuk masuk ke sorga dengan menggunakan tipu daya tidak akan pernah bisa luput dari penghakiman neraka. Alkitab dengan jelas menggambarkan saat di mana mereka ditolak di pintu gerbang sorga, meskipun mereka ingin masuk.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan [kamu yang melakukan pelanggaran hukum, NASB]!” Mat 7:21-23

Tidak semua orang yang berseru kepada Tuhan, “Tuhan, Tuhan,” dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi hanya mereka yang melakukan kehendak Tuhan.

Apakah mereka yang menutup pintu Kerajaan Sorga di depan orang adalah orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan? Tidak sama sekali. Meskipun mereka bernubuat demi nama Tuhan, Yesus berkata bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum.

“Aku sangat rindu makan Paskah ini”

Mari kita pertimbangkan apakah Paskah yang kita rayakan saat ini adalah kehendak Tuhan atau bukan. Yesus berkata bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Oleh karena itu, kita harus yakin bahwa Paskah adalah kehendak Tuhan. Mari kita tegaskan bukti-bukti tentang Paskah dalam kitab Perjanjian Baru.

Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”… Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.” Luk 22:7-15

Yesus mengutus murid-murid yang dikasihi-Nya, Petrus dan Yohanes, untuk mempersiapkan perjamuan Paskah. Ketika tiba saatnya, Yesus duduk dan berkata, “Aku sangat rindu makan Paskah ini.” Yesus bisa saja mengatakan, “Aku rindu,” tetapi Dia berkata, “Aku sangat rindu.” Dari sini, kita bisa melihat betapa Yesus sangat ingin merayakan Paskah.

Demikianlah, Paskah dirayakan sesuai dengan kehendak dan keinginan Yesus yang mendalam. Pada Perjamuan Kudus Paskah, Yesus membuat perjanjian dengan murid-murid-Nya sebagai berikut:

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” Luk 22:19-20

Saat merayakan Paskah, Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sambil berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Setelah itu, Dia mengambil cawan yang berisi anggur Paskah dan memberikannya kepada mereka sambil berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.”

Tuhan datang ke bumi ini dan menetapkan Paskah sebagai hukum, ketetapan, dan peraturan kudus untuk menyelamatkan umat manusia melalui daging dan darah-Nya yang berharga. Kita dapat memastikan dengan jelas bahwa Paskah adalah kehendak Tuhan melalui Injil Matius.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Mat 26:17-19

Yesus berkata bahwa Dia sendiri yang akan merayakan Paskah dan menyuruh murid-murid-Nya untuk mempersiapkannya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus adalah teladan bagi kita (Yoh 13:15). Keempat Injil mencatat tentang pelayanan Yesus; catatan tentang Yesus merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya tertulis berulang kali. Hal ini untuk menunjukkan kepada kita kehendak Tuhan agar kita merayakan Paskah, mengikuti teladan-Nya.

Paskah, kebenaran yang membuka pintu gerbang sorga

Melalui Alkitab, kita dapat melihat bahwa merayakan Paskah perjanjian baru adalah kehendak Yesus, yang merupakan kehendak Tuhan. Karena hanya orang yang melakukan kehendak Tuhan dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga, maka hanya mereka yang merayakan Paskah dapat masuk ke sorga.

Kalau begitu, bagaimana Paskah membuka pintu gerbang menuju Kerajaan Sorga? Mari kita lihat berkat apa saja yang terkandung dalam Paskah.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Yoh 6:53-58

Yesus mengatakan bahwa jika kita tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kita tidak mempunyai hidup di dalam diri kita, dan barangsiapa makan daging-Nya dan minum darah-Nya akan mempunyai hidup yang kekal. Roti dan anggur Paskah memiliki makna yang penting; roti melambangkan daging-Nya dan anggur melambangkan darah-Nya. Jadi, mereka yang menolak untuk merayakan Paskah tidak dapat memiliki hidup yang kekal, meskipun secara jasmani mereka masih hidup di bumi.

Karena sorga adalah tempat yang tidak ada kematian, hanya mereka yang memiliki hidup yang kekal yang bisa masuk ke Kerajaan Sorga (Why 21:4). Oleh karena itu, Paskah yang menjanjikan hidup yang kekal adalah kunci yang membuka pintu gerbang sorga.

Sejak zaman Musa—3.500 tahun yang lalu, Tuhan telah memerintahkan umat-Nya untuk merayakan hari raya Paskah. Kalau begitu, mengapa Tuhan memerintahkan agar Paskah dirayakan dengan segala peraturan dan hukumnya, baik di zaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru? Karena tanpa merayakan Paskah, tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 1 Kor 11:23-26

Rasul Paulus meneruskan kepada orang-orang kudus apa yang dia terima dari Tuhan Yesus. Sesuai dengan permintaan Yesus, Paulus mengajarkan mereka perayaan Paskah dan meminta mereka untuk memeliharanya sampai kedatangan Tuhan. Oleh karena itu, Paskah bukanlah ajaran yang boleh diabaikan; Paskah adalah hukum kehidupan yang harus dipelihara sampai akhir zaman.

Sejarah penghapusan Paskah

Terlepas dari semua bukti yang ada, bukankah cukup mengherankan bahwa saat ini tidak ada gereja yang merayakan Paskah, kecuali Gereja Tuhan? Bertentangan dengan Tuhan, Setan telah merancang segala jenis rencana licik untuk menghapus kebenaran hidup ini (Dan 7:25). Sejak abad ke-2 (hampir 100 tahun setelah kenaikan Yesus) hingga sekarang, Setan telah menghalangi kebenaran Paskah yang merupakan kunci yang membuka pintu gerbang Kerajaan Sorga.

Setelah zaman Rasul, Gereja awal terbagi menjadi dua: Gereja Timur yang berpusat di Yerusalem dan Asia kecil, serta Gereja Barat yang berpusat di Roma. Sebuah perdebatan terjadi antara gereja di Roma yang telah mengadakan upacara komuni pada hari Easter, dan Gereja Timur yang telah mengadakan Perjamuan Kudus pada hari Paskah. Perdebatan yang pertama terjadi sekitar tahun 155 M, antara Polikarpus, uskup gereja di Smirna yang mewakili Gereja Timur, dan Aniketus, uskup gereja di Roma yang mewakili Gereja Barat. Gereja Barat bersikeras untuk menghapus Paskah yang dirayakan pada tanggal 14 bulan Nisan (bulan pertama dalam kalender suci), dan menggantikan Paskah dengan upacara komuni pada hari Easter. Polikarpus yang diajar langsung oleh Rasul Yohanes (salah satu dari kedua belas murid Yesus) menentang keras pendapat untuk menghapus Paskah dan mengadakan Easter.

Setelah gagal mencapai kesepakatan mengenai Paskah (Pascha) pada perdebatan yang pertama, Gereja Timur dan Gereja Barat kembali berdebat pada tahun 197 M. Uskup gereja di Roma yang bernama Viktor memaksa semua gereja untuk mengikuti Dominical Rule [Lord’s Rule / Peraturan Tuhan] melaksanakan upacara komuni pada hari Easter, yaitu hari Minggu setelah Paskah. Polikrates, uskup gereja di Efesus dan semua gereja di Timur menolaknya dengan tegas dan mengatakan bahwa mereka harus merayakan Paskah seperti yang dilakukan oleh para rasul.

Akibat rencana licik Setan, kuasa pelanggaran hukum menjadi lebih kuat secara bertahap. Pada Konsili Nikea yang diadakan oleh Kaisar Romawi Konstantinus pada tahun 325 M, diputuskan bahwa upacara komuni harus dirayakan pada hari Easter. Meskipun Paskah dan Easter sama sekali berbeda, Setan dengan licik menghapus Paskah dengan menggabungkan kedua hari raya itu untuk membingungkan orang agar mereka berpikir bahwa keduanya adalah satu dan sama.

Setelah Paskah dihapus, janji hidup yang kekal disembunyikan selama lebih dari 1.600 tahun dan tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke Kerajaan Sorga. Saat ini, gereja-gereja tidak merayakan Paskah, tetapi mengikuti doktrin-doktrin yang telah diubah. Sesuai dengan nubuat Alkitab, Yesus datang ke bumi untuk kedua kalinya dan memulihkan Paskah perjanjian baru; pintu gerbang menuju Kerajaan Sorga yang tadinya tertutup, kini telah dibuka kembali.

Paskah, janji yang tidak pernah berubah

Kebenaran perjanjian baru hanya dapat ditetapkan oleh Tuhan. Yesus menetapkan perjanjian baru pada malam Paskah dengan berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku.” Dalam kitab Yeremia di Perjanjian Lama yang ditulis sekitar 600 tahun sebelum Masehi, telah menubuatkan bahwa Tuhan akan menetapkan perjanjian baru.

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,… Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku [TL: hukum-Ku] dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut,—TUHAN semesta alam nama-Nya: “Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu.” Yer 31:31-36

Bagi orang-orang yang menuliskan hukum Tuhan dalam hati mereka, Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Ini berarti hanya orang yang memelihara hukum Paskah perjanjian baru yang dapat menjadi umat Tuhan. Tuhan juga berjanji untuk mengampuni segala kesalahan dan dosa mereka. Sama seperti Tuhan memberi matahari untuk menerangi siang, serta menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, janji perjanjian baru tidak akan pernah berubah.

Ketika pintu gerbang sorga dibuka melalui Paskah perjanjian baru, Tuhan akan memeriksa apakah kita memiliki daging dan darah-Nya yang kudus atau tidak. Sama seperti anggota keluarga yang dapat dibuktikan melalui tes DNA, demikian pula orang yang merayakan Paskah akan dibuktikan sebagai anak-anak Tuhan dan melewati pintu gerbang sorga. Namun, orang-orang yang menolak Paskah tidak akan pernah diakui sebagai anak-anak Tuhan, karena mereka tidak memiliki daging dan darah Tuhan di dalam diri mereka.

Saat ini, ada banyak gereja di dunia ini, tetapi banyak orang Kristen yang tidak memahami kehendak Tuhan, dan mereka juga tidak tahu bagaimana Tuhan memberikan hidup yang kekal. Dua ribu tahun yang lalu, banyak orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, namun menolak Yesus dan ajaran-ajaran-Nya; hal yang sama juga terjadi pada zaman ini. Sungguh sangat menyedihkan melihat begitu banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus, tetapi tidak merayakan Paskah yang mengandung kehendak Tuhan yang mendalam.

Untuk masuk ke Kerajaan Sorga, kita harus menemukan dan menghadiri gereja yang memiliki kebenaran perjanjian baru yang telah Tuhan tetapkan sendiri. Saudara dan saudari di Sion! Dengan memahami kasih karunia Tuhan yang terkandung dalam Paskah, marilah kita memberitakan Paskah perjanjian baru—kebenaran hidup—kepada semua orang yang masih belum menyadarinya dengan berani.