Laut, Sebuah Gudang Kehidupan

Pada tanggal 26 Maret, 2012, James Cameron, seorang sutradara dari film Titanic dan Avatar, berhasil menjelajahi Palung Mariana. Palung Mariana, yang dikenal sebagai bagian terdalam dari lautan dunia, dengan kedalaman maksimum yang mencapai sekitar 11 km. Palung Mariana lebih dalam dari ketinggian Gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut). Mengapa ekspedisi laut, yang akrab dengan kita, dapat menarik banyak perhatian di zaman sains yang begitu canggih, di mana kita sudah pernah meninggalkan jejak kaki manusia di luar angkasa? Hal itu karena sulit bagi manusia untuk menjelajahi kedalaman laut yang disebabkan oleh tekanan yang tinggi, suhu air yang dingin, dan kegelapan total. James Cameron melakukan enam jam ekspedisi dengan Deepsea Challenger, sebuah kapal selam yang dibuat untuk bertahan dalam tekanan…

Perjalanan Mengelilingi Bumi Dua Setengah Kali

Around the World in Eighty Days adalah novel yang ditulis oleh Jules Verne dan diterbitkan pada tahun 1873. Pada kisah itu, seorang pria Inggris yang bernama Phileas Fogg bertaruh £20.000 tentang apakah mungkin atau tidak baginya untuk mengelilingi dunia selama delapan puluh hari. Untuk memenangkan taruhan tersebut, dia dan pelayannya, Passepartout, memulai perjalanannya yang panjang selama delapan puluh hari dari London ke India, Jepang, dan AS, lalu kembali ke London. Namun, hal yang menakjubkan adalah perjalanan yang dua kali lebih panjang daripada perjalanan mengelilingi dunia dalam kisah tersebut sedang berlangsung di dalam tubuh kita. Perjalanan yang menakjubkan ini dilakukan oleh darah. Darah dibuat di dalam sumsum tulang. Darah terdiri dari plasma yang sebagian besarnya adalah air, dan dari sel darah.…

Apa yang Kita Lihat Bukanlah Segalanya

Manusia telah mengembangkan peradaban dengan luar biasa hingga disebut sebagai spesies paling cerdas”. Walaupun demikian, kita mempunyai kelemahan besar yang membayangi kita dalam hal menjadi “teratas” di planet ini. Kelemahan besar ini adalah bahwa kita memahami dunia melalui alat indra kita yang tidak sempurna. Dengan kata lain, tingkat kepekaan kita akan dunia ditentukan oleh alat indra kita, sehingga kita hanya dapat merasakan dunia sebanyak yang dapat diproses oleh alat indra kita. Kita memahami dunia dengan menggunakan kelima indra kita: penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan peraba. Kita cenderung memercayai penglihatan kita lebih dari indra lainnya, seperti terdapat perkataan: “Lebih baik pernah melihat sesuatu satu kali daripada hanya mendengar tentangnya ribuan kali.” Hal itu dikarenakan penglihatan memainkan peran besar dalam mengamati objek.…