Paskah, Hukum yang Memerdekakan

37,431 views

Tidak ada satu pun dari ke-66 kitab di dalam Alkitab yang merupakan pendapat atau filsafat para nabi sendiri; sebaliknya, kitab-kitab tersebut merupakan catatan ajaran-ajaran Tuhan yang diberikan untuk keselamatan umat manusia. Dengan harapan akan keselamatan, kita harus sungguh-sungguh percaya dan rajin mempelajari firman Tuhan.

Alkitab menyebut Ibu kita, Yerusalem Sorgawi, sebagai “perempuan yang merdeka”. Selain itu, Alkitab juga mengatakan bahwa kita bukan lagi hamba dosa, tetapi orang yang merdeka karena Kristus telah memerdekakan kita (Gal 4:26; Yoh 8:32-36). Karena kita percaya kepada Tuhan Bapa dan Tuhan Ibu yang merdeka, kita sebagai anak-anak Mereka, juga merdeka. Sekarang, mari kita luangkan waktu untuk mempelajari Alkitab dan mengucap syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniakan kita kemerdekaan yang abadi melalui Paskah perjanjian baru—hukum yang memerdekakan.

Umat manusia adalah hamba dosa dan maut

Tujuan Kristus datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia (Luk 19:10). Di dalam Alkitab, keselamatan berarti bebas dari dosa. Kita semua adalah hamba dosa dan maut sebelum ditebus dan dibebaskan oleh kasih karunia Tuhan.

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. Rm 7:21-26

Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, manusia adalah tawanan dosa. Dia meratap, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Ayat ini mengungkapkan betapa menyedihkannya hidup manusia; meskipun semua orang ingin bebas, mereka terbelenggu oleh rantai dosa dan maut sampai akhir.

Namun, karena hukum maut itu ada, maka hukum kehidupan juga harus ada.

Karena itu, sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi orang yang ada dalam Yesus Kristus. Sebab, hukum Roh kehidupan dalam Yesus Kristus telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan maut. Rm 8:1-2, AYT

Kristus datang ke dunia ini dan memberikan hukum Roh kehidupan untuk membebaskan umat manusia yang hidup dengan menyedihkan di bawah hukum dosa dan maut. Mari kita pelajari tentang hukum Roh kehidupan yang ditetapkan oleh Kristus sendiri.

Paskah, hukum kehidupan yang ditetapkan melalui darah Kristus

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,… Ef 1:7

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1 Ptr 1:18-19

Alkitab berkata bahwa kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa melalui darah Kristus yang mahal. Kita membutuhkan darah Kristus untuk hidup sebagai orang yang telah dibebaskan dari perbudakan rohani dosa. Tanpa menerima darah Kristus, tidak ada seorang pun yang dapat dibebaskan dari rantai dosa dan maut.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Yoh 6:53-55

“Tidak mempunyai hidup di dalam dirimu” berarti berada di bawah tawanan maut. Barangsiapa yang tidak makan daging Yesus dan minum darah-Nya, ia tidak mempunyai hidup di dalam dirinya. Karena upah dosa adalah maut (Rm 6:23), maka kita hanya dapat dibebaskan dari rantai maut dan memiliki hidup yang kekal ketika kita menerima pengampunan dosa.

Daging dan darah Yesus yang memberikan hidup yang kekal melalui Paskah.

… Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah… Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Mat 26:17-28

Darah Kristus yang berharga, yang menghancurkan hukum dosa dan maut, menunjukkan Paskah perjanjian baru yang ditetapkan oleh Kristus. Karunia terbesar Tuhan bagi umat manusia adalah hukum kehidupan—Paskah—yang mengizinkan kita memperoleh pengampunan dosa melalui daging dan darah Kristus.

Bapa dan Ibu Sorgawi telah membawa hukum yang memerdekakan

Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, kita adalah manusia celaka yang tidak mampu melepaskan diri kita dari tubuh maut. Karena itulah, kita sangat membutuhkan seseorang untuk menyelamatkan kita. Siapakah yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut?

Hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk mengampuni dosa dan menelan maut. Jadi, Tuhan sendiri turun ke dunia ini untuk menebus umat manusia dari kematian kekal dan menuntun kita ke jalan keselamatan.

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Yes 25:6-9

Hukum Tuhan yang berkuasa untuk mengampuni dosa kita adalah Paskah perjanjian baru, yaitu hukum Roh kehidupan—hukum yang memerdekakan. Sesuai dengan nubuat ini, Dia yang menghancurkan dosa dan maut untuk selama-lamanya melalui roti kehidupan dan anggur Paskah yang tua benar pasti adalah Tuhan dan Juru Selamat kita.

Seperti yang dinubuatkan, Tuhan datang dengan hukum yang memerdekakan untuk menyelamatkan umat manusia. Pada zaman nubuat ini, Tuhan Bapa datang ke bumi dan memulihkan kebenaran Paskah yang sudah lama tidak dirayakan. Melalui Paskah perjanjian baru, Tuhan Ibu yang membebaskan anak-anak-Nya dari hukum dosa dan maut, dinyatakan. Kitab Wahyu menggambarkan saat di mana Roh dan Pengantin Perempuan mengundang semua orang untuk datang dan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma (Why 22:17). Alasannya karena Roh dan Pengantin Perempuan, yaitu Bapa dan Ibu Sorgawi, dapat membebaskan semua orang melalui kebenaran hidup—perjanjian baru.

Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.” Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. Tetapi apa kata nas Kitab Suci? “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu.” Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka. Gal 4:26-31

Tanpa Ibu kita yang adalah perempuan yang merdeka, kita tidak bisa menjadi anak-anak janji seperti Ishak. Kita yang telah kembali ke pangkuan Ibu Yerusalem harus memahami arti kemerdekaan sejati dan menyadari Ibu Sorgawi kita dengan benar serta menerima-Nya. Alkitab menggambarkan kemerdekaan sebagai pembebasan dari dosa; Alkitab juga mengajarkan bahwa mereka yang tidak terikat oleh hukum dosa dan maut adalah orang yang merdeka. Kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka, karena Bapa dan Ibu telah membawa kebenaran hidup—perjanjian baru—untuk membebaskan kita dari dosa dan maut, menuntun kita ke jalan keselamatan.

Melalui perjanjian baru, kita telah menjadi anak-anak janji Tuhan. Dalam keluarga Abraham, Ishak menjadi ahli waris Abraham, karena dia dilahirkan oleh Sara, seorang perempuan yang merdeka. Ishak dapat mewarisi harta Abraham karena bapa dan ibunya adalah orang yang merdeka. Demikian pula, kita telah dimerdekakan dan bisa menerima berkat yang mulia untuk mewarisi Kerajaan Tuhan karena Bapa dan Ibu Sorgawi kita itu merdeka.

Kita menjadi ahli waris Tuhan melalui Paskah

Baik Eliezer yang adalah seorang hamba, maupun Ismael yang dilahirkan oleh seorang hamba perempuan tidak dapat mewarisi harta Abraham. Sejarah dari Perjanjian Lama ini adalah sebuah nubuat; mereka yang menjadi hamba dosa dan maut tidak akan pernah bisa mewarisi Kerajaan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan telah memberikan kita kemerdekaan melalui Paskah perjanjian baru dan memerintahkan kita untuk tidak lagi menjadi hamba dosa dan maut.

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Gal 5:1

Di zaman Mesir kuno, ketika bangsa Israel merindukan kebebasan, Tuhan mengutus Nabi Musa dan mengizinkan mereka merayakan Paskah. Sebelum merayakan Paskah, mereka adalah budak, tetapi setelah merayakan Paskah, mereka dibebaskan.

Sejarah ini adalah bayangan yang menunjukkan bahwa manusia dapat dibebaskan dari perbudakan dosa dan maut melalui Paskah perjanjian baru. Dulu kita adalah budak yang terbelenggu oleh rantai dosa dan maut. Namun, setelah merayakan Paskah perjanjian baru yang ditetapkan Tuhan, kita diberkati untuk menerima pengampunan dosa dan kemerdekaan abadi.

Melalui perjanjian baru—hukum yang memerdekakan, kita menanggalkan kuk perhambaan dan menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki daging dan darah-Nya. Tuhan sendiri bersaksi tentang fakta ini.

Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Rm 8:16-17

Tuhan mengakui orang-orang yang menaati perjanjian baru sebagai anak-anak-Nya. Saat ini, orang bisa menemukan orang tua atau anak-anak kandung mereka melalui tes DNA. Demikian juga, Tuhan membedakan anak-anak-Nya dengan memeriksa apakah daging dan darah Mereka ada di dalam diri mereka atau tidak. Karena kita telah menerima daging dan darah Tuhan yang kudus melalui Paskah, kita dapat memanggil Tuhan sebagai Bapa dan Ibu kita.

Tuhan menetapkan hukum Paskah yang berharga untuk mewariskan DNA Tuhan kepada umat manusia. Yesus sangat rindu makan Paskah karena hanya anak-anak Tuhan yang mengambil bagian dalam roti dan anggur Paskah—daging dan darah Yesus—yang dapat diampuni, menerima hidup yang kekal, dan mewarisi Kerajaan Sorga.

Membebaskan umat manusia dari rantai dosa dan maut

Dalam Alkitab, “sisanya” yang akan diselamatkan disebut sebagai “benih” Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan akan menyelamatkan orang-orang yang menyerupai Dia; mereka adalah “anak-anak janji” yang telah Dia pilih.

Dan Yesaya berseru tentang Israel: “Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan. Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera.” Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: “Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan [TL: benih], kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora.” Rm 9:27-29

Dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.” Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan [TL: benih], yang benar… Rm 9:7-13

Tidak seperti Eliezer dan Ismael, Ishak dianggap sebagai keturunan Abraham karena ayah dan ibunya adalah orang-orang yang merdeka. Kita juga bisa menjadi anak-anak janji seperti Ishak dan diakui sebagai keturunan Tuhan karena Bapa dan Ibu Sorgawi kita itu merdeka.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita telah dibebaskan dari rantai dosa dan maut, serta menerima hidup yang kekal melalui Paskah perjanjian baru. Karena kita telah dimerdekakan, kita harus memberitakan tentang kemerdekaan ini kepada mereka yang masih terbelenggu oleh hukum dosa dan maut. Waktu yang telah dinubuatkan telah tiba bagi kebenaran hidup—Paskah—untuk dibuka setelah 1.600 tahun, dan saat ini sedang diberitakan ke setiap wilayah, negara, dan benua di seluruh dunia. Kita harus teguh mempercayai nubuat bahwa Injil Kerajaan akan diberitakan kepada semua bangsa. Marilah kita memberitakan Paskah perjanjian baru, yaitu hukum yang memerdekakan kepada banyak jiwa. Saya sungguh-sungguh meminta Anda semua untuk menjadi anak-anak janji yang dapat membuka lebar jalan keselamatan dan hidup yang kekal bagi seluruh umat manusia melalui kasih karunia Tuhan.