Terdapat banyak orang di dunia yang mengaku mengikuti Yesus. Kalau begitu, mengapa mereka tidak memelihara perjanjian baru yang telah didirikan oleh Yesus?

Tujuan Yesus datang ke bumi ini adalah untuk memberikan hidup yang kekal kepada umat manusia yang telah ditakdirkan untuk mati karena dosa-dosa mereka. Untuk menuntun kita menuju keselamatan, Yesus mendirikan perjanjian baru pada saat hari Paskah dan menjadi korban penghapus dosa untuk kita dengan mencurahkan darah-Nya di atas salib. Perjanjian…

Asal Kujamah Saja Jubah-Nya

Ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib (dokter, TSI), sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Kemudian, dia mendengar tentang Yesus. Ketika Yesus lewat, dia muncul di belakang-Nya di antara orang banyak dan menjamah jubah-Nya, karena dia berpikir, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Yesus berbalik di antara orang banyak itu dan bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya tidak mengetahui mengapa Dia menanyakan hal itu. Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Kemudian perempuan itu tampil dan tersungkur di depan Yesus dengan takut dan gemetar dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Yesus…

Kamu yang Kurang Percaya, Mengapa Engkau Bimbang?

Yesus mememerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi ke seberang. Dan Dia sendiri yang naik ke atas bukit untuk berdoa. Perahu diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal (berlawanan arah). Menjelang fajar, Yesus keluar menemui mereka, berjalan di danau. Ketika para murid melihat Dia berjalan di danau, mereka ketakutan, berpikir bahwa Dia adalah hantu dan berteriak-teriak karena takut. “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Yesus meyakinkan para murid. Kemudian Petrus melangkah maju dengan bangga. “Tuhan, apabila Engkau itu Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Yesus memanggilnya untuk datang. Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Namun ketika dia merasakan tiupan angin, takutlah ia. Segera, dia mulai tenggelam, menangis dengan berteriak. “Tuhan, tolonglah aku!” Segera, Yesus mengulurkan…

Demi Nama Yesus Kristus

Ketika Petrus dan Yohanes hendak pergi ke Bait Tuhan, mereka melihat seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahir, sehingga ia harus di gendong ke gerbang Bait Tuhan. Dia ditempatkan di sana setiap hari untuk meminta sedekah dari orang-orang yang masuk ke dalam Bait Tuhan. Ketika dia melihat Petrus dan Yohanes masuk, dia meminta sedekah kepada mereka. Lalu Petrus berkata, “Emas dan Perak tidak ada padaku, tetapi yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah.” Sambil memegang tangan kanannya, dia membantunya berdiri, dan seketika itu juga kaki dan mata kaki pria itu menjadi kuat. Dia melompat berdiri dan mulai berjalan. Kemudian dia pergi bersama mereka ke gerbang Bait Tuhan, berjalan dan melompat sambil memuji Tuhan. Ketika orang banyak melihat hal itu,…

Dalam Matius 22, Yesus berkata bahwa perintah pertama adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Tetapi bukankah perintah “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” adalah perintah yang pertama?

Ketika orang mendengar kata “perintah pertama”, mereka biasanya memikirkan perintah pertama dari Kesepuluh Firman yang berbunyi, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel 20:3). Namun, Yesus mengatakan kepada kita bahwa hukum yang terutama dan yang pertama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita dan dengan segenap jiwa kita dan dengan segenap akal budi kita. Dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Mat 22:35-38 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” artinya “Kasihilah Tuhan 100…

Beberapa orang bersikeras bahwa tidak perlu menaati hukum seperti hari Sabat dan Paskah di zaman Perjanjian Baru karena hukum-hukum tersebut telah dihapuskan setelah zaman Yesus. Apakah tuntutan mereka berdasarkan Alkitab?

Tentang Hukum, banyak orang yang salah paham bahwa Hukum hanya berlaku bagi bangsa Israel di zaman Perjanjian Lama. Mereka mengatakan bahwa tidak ada lagi hukum yang harus ditaati pada zaman Perjanjian Baru ketika kasih karunia Tuhan yang tanpa syarat diberikan kepada semua orang melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Namun, hal ini berbeda dengan apa yang diajarkan Alkitab. Hukum Musa dan hukum Kristus Ada dua jenis hukum dalam Alkitab: Yang pertama adalah hukum Musa, yang diberikan oleh Tuhan melalui Musa, dan yang lainnya adalah hukum Kristus—hukum perjanjian baru—yang ditetapkan oleh Yesus. Hukum Kristus adalah hukum yang disempurnakan oleh Yesus: Pada zaman Perjanjian Baru, Yesus telah menggenapi dan memperbaharui hukum Perjanjian Lama. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum…

Aku Mengutus Engkau untuk Membawa Umat-Ku, Orang Israel, Keluar dari Mesir

Saat itulah Musa, yang sedang menggembalakan kawanan domba, datang ke Gunung Horeb. Musa melihat semak yang tidak terbakar bahkan jika dibakar dan mendekatinya. Kemudian Tuhan berfirman: “Akulah Allah ayahmu—Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Aku telah memperhatikan kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan. Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Musa menjawab kepada Tuhan tanpa tahu harus berbuat apa, “Siapakah aku ini, sehingga membawa orang Israel keluar dari Mesir?” “Aku akan…

Yesus Bersaksi Tentang Diri-Nya Melalui Alkitab

Pada hari ketika Yesus bangkit dari kematian, Dia menampakkan diri kepada dua murid-Nya ketika mereka berjalan dari Yerusalem menuju Emaus. Meskipun Yesus berjalan tepat di samping mereka, mereka tidak mengenal-Nya. "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Mendengar pertanyaan Yesus, mereka berdiri diam dengan wajah tertunduk. Salah satu dari mereka, yang bernama Kleopas, bertanya kepada-Nya, "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" “Tentang Yesus! Dia adalah seorang nabi yang hebat. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan…

Bangunlah, Pergilah dan Ikutilah Elia

Seorang petani sedang membajak dengan dua belas pasang ekor lembu. Nabi Elia yang menerima perintah Tuhan dan telah sampai di sana, mendatangi petani tersebut dan melemparkan jubahnya ke sekeliling petani, artinya petani harus menanggapi panggilan Tuhan. Petani itu mengambil kuk lembunya dan menyembelihnya. Ia membakar alat pembajak untuk memasak daging dan memberikannya kepada orang-orang. Kemudian dia berangkat mengikuti Elia. Nama petani tersebut adalah Elisa, dan dia tercatat sebagai nabi Tuhan di dalam Alkitab. Elisa, yang dengan tegas mengikuti kehendak Tuhan tanpa ragu-ragu ketika dia dipanggil menjadi nabi, Kemudian, dia diberikan inspirasi dua kali lebih banyak dari Elia, dan melakukan kehendak Tuhan dengan sangat baik, menjaga Israel dalam krisis. Orang-orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati tanpa menoleh ke belakang, tidak…

Sekarang Saya dapat Melihat

Ketika Yesus berjalan, Dia melihat seorang yang buta sejak lahir. “Ini terjadi agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan di dalam dia.” Setelah mengatakan ini, Yesus meludah ke tanah, mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah dan mengoleskannya pada mata orang buta itu, perintah-Nya kepadanya, “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Maka pergilah orang itu membasuh dirinya, lalu kembali dengan matanya yang sudah melek. Tetangganya dan orang-orang yang pernah melihatnya mengemis berkata kepadanya bagaimana matamu menjadi melek? “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” Orang-orang Farisi dan Yahudi masih tidak percaya sampai mereka memanggil orang tua orang tersebut. Mereka tidak percaya…

Aku Datang untuk Memanggil Orang Berdosa

Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh di Kapernaum, dan ketika Ia berjalan dari sana, Ia melihat seorang laki-laki bernama Matius duduk di rumah cukai, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Mendengar perkataan Yesus, Matius bangkit dan mengikuti-Nya tanpa ragu-ragu. Matius menyiapkan makan malam untuk Yesus di rumahnya, di mana banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-Nya. Ketika orang-orang Farisi melihat hal ini, mereka bertanya kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama pemungut cukai dan orang berdosa?” Mendengar ini, Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Para pemungut cukai dibenci dan dihina karena mereka memungut pajak dari sesama orang Yahudi untuk Kekaisaran Romawi. Karena diperlakukan sebagai orang berdosa, mereka semua menjadi sasaran hinaan. Namun, Yesus makan bersama…

“AKU MENYERTAI ENGKAU”

Musa, yang hidup sebagai seorang gembala, menggembalakan kawanan kambing domba di padang gurun Midian setelah dia meninggalkan istana Mesir, suatu hari ia datang ke gunung Horeb yaitu gunung Tuhan. Di gunung ada semak duri yang menyala, tetapi tidak dimakan api. terbakar tetapi tidak terbakar. Saat Musa, yang terkejut dengan pemandangan aneh itu, hendak mendekati semak itu, Tuhan memanggilnya dari tengah-tengah semak itu. “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus. Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” “Tuhan, Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel…

Biarkan Dia Menjadi Orang yang Dipilih Tuhan

Saat itu menjelang malam. Seorang pengelana tua, yang tertutup debu, berhenti di dekat sumur di luar kota. Dia adalah hamba Abraham, yang datang jauh dari Kanaan untuk mencari istri Ishak, putra tunggal majikannya. Pelayan tua ini menyuruh unta-unta itu berlutut di dekat sumur dan mengatupkan kedua tangannya untuk berdoa: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, sekaranglah saatnya anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Ketika aku meminta air minum kepada seorang gadis, biarlah gadis itu memberiku air dengan senang hati dan memberi minum untaku juga, sebelum aku memintanya. Maka dengan begitu akan kuketahui bahwa gadis yang baik hati itulah yang telah Engkau pilih bagi hamba-Mu, Ishak.” Sebelum dia selesai berdoa, seorang gadis yang sangat cantik parasnya keluar dengan membawa…

Alasan Mengapa Harus Menaati Perintah Tuhan

Jika kita adalah umat Tuhan, kita harus menghormati dan menaati perintah Tuhan yang telah Dia tetapkan. Mulai sekarang, mari kita lihat alasan mengapa kita harus menaati perintah Tuhan melalui Alkitab. 1. Mereka yang mengasihi Tuhan menaati perintah-perintah Tuhan Orang-orang mencoba mengungkapkan cinta mereka dengan cara apa pun saat bertemu orang yang mereka cintai. Terkadang mereka mencoba menyampaikan cintanya dengan surat, terkadang melalui bunga mawar, dan terkadang melalui berbagai hadiah. Jadi bagaimana kita seharusnya mengungkapkan bahwa kita mengasihi Tuhan? Tuhan tidak ingin kita mengungkapkan bahwa kita mengasihi-Nya dengan surat, mawar, atau hadiah. Sebaliknya, Dia ingin kita mengungkapkannya dengan 'menaati perintah-perintah Tuhan'. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Yoh 14:21 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti…

Ubah Ketakutan Menjadi Iman

Ketika Israel berada di bawah penindasan orang Midian selama tujuh tahun, Tuhan mengirimkan malaikat untuk memilih hakim yang akan menyelamatkan bangsa Israel yang berseru kepada-Nya dalam penderitaan. Malaikat Tuhan duduk di bawah pohon di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur untuk menjaganya dari orang Midian. Tuhan berbicara kepadanya melalui malaikat. “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian.” Gideon menyadari bahwa Tuhan telah memilihnya menjadi pemimpin Israel, namun dia tidak tahu harus berbuat apa. “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” “Tetapi…

Yang mana yang Benar di antara Hari Raya Pondok Daun dan Hari Pengucapan Syukur?

Saudaraku, sebentar lagi akan ada Hari Raya Pondok Daun. Hari raya musim gugur telah tiba. Cuacanya semakin sejuk. Ya, saya mempunyai pertanyaan. Seorang teman saya yang menghadiri gereja lain mengatakan banyak tentang Hari Pengucapan Syukur. Apakah itu sama dengan Hari Raya Pondok Daun? Tidak. Meskipun banyak orang berpikir bahwa keduanya itu serupa karena sama-sama dirayakan pada musim gugur, namun sebenarnya keduanya itu berbeda. Hari Raya Pondok Daun adalah hari raya Tuhan yang menuntun kita pada keselamatan. Tapi Hari Pengucapan Syukur hanyalah hari raya buatan manusia. Dan hal itu tidak dicatat di dalam Alkitab. Hari Pengucapan Syukur tidak ada di dalam Alkitab? Tidak. Hari Pengucapan Syukur dibuat ratusan tahun yang lalu di Amerika. Pada tahun 1620, ketika sekitar seratus orang Puritan…

44,537 views

Mengatasi Penderitaan dan Kesulitan

Saat itulah Paulus dan rekan-rekannya sampai di Kaisarea dan tinggal di rumah Filipus selama beberapa hari. Suatu hari, seorang nabi bernama Agabus datang dari Yudea menemui Paulus. Dia mengambil ikat pinggang, mengikat tangan dan kakinya sendiri dengan itu, dan berkata, “Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.” Sabuk yang digunakan Agabus untuk mengikat tangan dan kakinya sendiri adalah milik Paulus. Mendengar hal itu, orang-orang di sana memohon agar Paulus tidak pergi ke Yerusalem. Lalu Paulus menjawab, “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena…

Natal Bukan Hari Kelahiran Yesus?

Ketika bulan Desember tiba, pohon Natal ada dimana-mana dan toko-toko memajang hadiah Natal. Orang-orang terlihat sangat bersemangat. Pertanyaan Saudara, tahukah Anda bahwa Natal bukanlah hari kelahiran Yesus bukan? Ya. Itu bahkan ada di TV. Namun masyarakat tidak menganggap Natal sebagai hari keagamaan. Ini lebih seperti liburan ketika semua orang menikmatinya bersama. Itu benar. Namun, tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran dewa matahari. Memperingati hari seperti itu jelas merupakan perbuatan untuk menyembah dewa kafir. Saya terkejut ketika pertama kali mendengarnya. Apa yang telah terjadi? Bagaimana orang bisa merayakan hari kelahiran Yesus pada hari kelahiran dewa matahari? Ketika agama Kristen menyebar ke luar Yudea ke negara-negara lain, sebuah gereja didirikan di Roma. Pada awalnya banyak dianiaya, tetapi lambat laun diakui oleh kekaisaran.…

59,247 views

Jawablah, “Tuhan Memerlukannya”

Ketika mereka mendekati Yerusalem, Yesus mengutus dua murid ke kampung tersebut. “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.” Ketika para murid pergi ke kampung, ada seekor keledai muda tertambat di jalan seperti yang Yesus katakan. Saat murid-murid melepaskan ikatan keledai itu dan mencoba menuntunnya, ada seseorang di sana bertanya, “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?” “Dia berkata Tuhan memerlukannya.” Pemiliknya mengizinkan mereka mengambil keledai itu atas jawaban mereka. Kemudian Yesus pergi…

Mendirikan Bait Suci untuk Tuhan

Daud menunjuk seorang pemahat batu untuk mengerjakan batu, dan menyiapkan sangat banyak besi, tembaga, dan kayu aras termasuk seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak, untuk membangun sebuah bait cuci yang akan memperlihatkan kemasyhuran dan kemegahan Tuhan di mata semua bangsa. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, Daud memanggil Salomo, putranya, dan berkata, “Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel. Tetapi Allah berfirman, ‘Putramu Salomo akan mendirikan rumah bagi Nama-Ku.’ Maka sekarang, hai anakku,TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau. Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah…

Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat Namun Percaya

Pada malam hari ketiga sejak Yesus mati di kayu salib, ketika para murid sedang berkumpul, dengan pintu yang terkunci karena takut terhadap orang Yahudi, Yesus yang telah bangkit datang di tengah-tengah mereka. Meskipun semua pintu terkunci, Yesus masuk ke dalam rumah dan berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian, para murid menjadi yakin akan kebangkitan Kristus dan sangat bersukacita. Tomas, salah satu dari kedua belas murid, yang tidak bersama para murid ketika Yesus datang, meragukan kedatangan Yesus. “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian, murid-murid itu berada di dalam rumah itu lagi, dan Tomas ada…