Terdapat banyak orang di dunia yang mengaku mengikuti Yesus. Kalau begitu, mengapa mereka tidak memelihara perjanjian baru yang telah didirikan oleh Yesus?

Tujuan Yesus datang ke bumi ini adalah untuk memberikan hidup yang kekal kepada umat manusia yang telah ditakdirkan untuk mati karena dosa-dosa mereka. Untuk menuntun kita menuju keselamatan, Yesus mendirikan perjanjian baru pada saat hari Paskah dan menjadi korban penghapus dosa untuk kita dengan mencurahkan darah-Nya di atas salib. Perjanjian…

Tetapi Karena Engkau Menyuruhnya

Suatu hari ketika Yesus sedang berdiri di tepi Danau Genesaret, banyak orang berkerumun di sekeliling-Nya untuk mendengarkan Dia mengajarkan firman Tuhan. Kemudian Dia melihat dua perahu di tepi pantai, dan naik ke salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon Petrus, dan mengajar banyak orang dari perahu itu. Ketika Yesus selesai berbicara, Dia berkata kepada Petrus. “Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan.” “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Ketika Petrus menebarkan jala seperti yang Yesus suruh, dia menangkap ikan dalam jumlah yang sangat banyak sehingga jala itu mulai koyak. Jadi mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu lain untuk datang dan…

Perjalanan ke Tanah Suci, Yerusalem Sorgawi, adalah Kedamaian yang Sejati

Semua umat Kristen, bermimpi tentang perjalanan ke tanah suci setidaknya sekali dalam hidup mereka. Seperti ke Betlehem tempat Yesus dilahirkan, Nazareth tempat Ia dibesarkan, Danau Galilea tempat Ia bertemu dengan murid-murid-Nya dan memberitakan Injil... Merasakan jejak kaki Yesus, melakukan perjalanan kembali pada 2.000 tahun yang lalu, akan menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidup seseorang yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun. Umat Kristen yang tulus berangkat menuju tanah suci, diliputi kegembiraan, tanpa ragu menjalani perjalanan dengan jarak yang jauh, biaya yang besar dan tidak nyamannya karena mengantri di tengah banyaknya peziarah, hanya agar mereka dapat memperoleh pengalaman rohani yang luar biasa. Tanah suci yang tidak bisa mereka kecualikan adalah Yerusalem. Termasuk Via Dolorosa yang merupakan jalan penderitaan di mana Yesus memikul…

Korban dalam Perjanjian Lama

Upacara-upacara pengorbanan, yang dilakukan di tempat kudus pada zaman Perjanjian Lama, sangatlah sulit dan rumit sehingga tidak ada seorang pun yang benar-benar mengenalnya secara rinci kecuali para imam yang bertanggung jawab terhadapnya. Bukan hanya itu saja, tetapi karena jenis, cara, dan nama dari pengorbanan itu serupa atau tumpang tindih, tidaklah mudah mengetahui perbedaannya. Karena sulit untuk menggolongkannya atau menjelaskan upacara-upacara pengorbanan pada Perjanjian Lama secara akurat, mari kita melihat beberapa upacara pengorbanan yang muncul beberapa kali dalam Alkitab atau yang dapat membantu kehidupan iman kita. 1. Diurutkan berdasarkan tujuan dari pengorbanan: korban penghapus dosa, korban penebus salah, korban keselamatan 1) Korban penghapus dosa Korban ini adalah pengorbanan yang dipersembahkan untuk memperoleh penebusan dosa atas dosa yang tidak disengaja. Ada korban…

Filsafat Yunani

Perjanjian Baru telah dicatat dalam bahasa Yunani yang merupakan bahasa internasional pada masa itu. Kata filsafat dalam bahasa Yunani yang adalah “Philosophia” (φιλοσοφια), memiliki arti, “mencintai kebijaksanaan.” Hellas (Yunani) adalah negara di mana filsafat berkembang dari zaman kuno dan menghasilkan banyak filsuf seperti Socrates, Plato, Aristoteles dan sebagainya. Kota-kota seperti Korintus, Efesus dan Arden merupakan kota-kota yang terkenal di Yunani, tempat di mana Rasul Paulus biasa menginjil. Dalam kitab Kisah Para Rasul, terdapat sebuah adegan di mana Rasul Paulus berdebat dengan para filsuf Epikuros dan Stoa ketika ia menginjil. Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: “Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?” Tetapi yang lain berkata: “Rupa-rupanya ia…

DENGARKAN PESAN KESELAMATAN

Sodom adalah kota tempat tinggal Lot, keponakan Abraham. Tuhan mengutus dua malaikat untuk memusnahkan Sodom dan Gomora yang sudah rusak. Atas permintaan Lot yang sungguh-sungguh, para malaikat tinggal di rumahnya dan menyampaikan kabar keselamatan. “Siapakah kaumu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.” Lot buru-buru menyampaikan pesan ini kepada putri-putrinya dan kepada kedua menantu laki-lakinya, yang telah berjanji untuk menikahi putri-putrinya. Namun, menantu laki-lakinya berpikir dia sedang berolok-olok saja dan tidak bergerak sedikit pun. Ketika fajar menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot supaya bersegera. "Bangunlah, bawalah istrimu dan kedua anakmu…

Berbalik dan Bertobatlah! Maka Dosa Tidak Akan Menjadi Membinasakanmu

Ketika panitera sedang membaca Kitab Taurat, raja menangis sambil mengoyakkan pakaiannya. Pada tahun kedelapan belas pemerintahan Raja Yosia, raja menemukan Kitab Taurat ketika memperbaiki rumah TUHAN, dan berduka. Raja Yosia memberikan perintah ini kepada hamba-hambanya: “Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.” Ketika para hamba menghadap nabi untuk melaksanakan perintah raja, nabi menyampaikan kehendak Tuhan: “Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit…

Asal Kujamah Saja Jubah-Nya

Ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib (dokter, TSI), sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Kemudian, dia mendengar tentang Yesus. Ketika Yesus lewat, dia muncul di belakang-Nya di antara orang banyak dan menjamah jubah-Nya, karena dia berpikir, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Yesus berbalik di antara orang banyak itu dan bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya tidak mengetahui mengapa Dia menanyakan hal itu. Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Kemudian perempuan itu tampil dan tersungkur di depan Yesus dengan takut dan gemetar dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Yesus…

Kamu yang Kurang Percaya, Mengapa Engkau Bimbang?

Yesus mememerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi ke seberang. Dan Dia sendiri yang naik ke atas bukit untuk berdoa. Perahu diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal (berlawanan arah). Menjelang fajar, Yesus keluar menemui mereka, berjalan di danau. Ketika para murid melihat Dia berjalan di danau, mereka ketakutan, berpikir bahwa Dia adalah hantu dan berteriak-teriak karena takut. “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Yesus meyakinkan para murid. Kemudian Petrus melangkah maju dengan bangga. “Tuhan, apabila Engkau itu Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Yesus memanggilnya untuk datang. Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Namun ketika dia merasakan tiupan angin, takutlah ia. Segera, dia mulai tenggelam, menangis dengan berteriak. “Tuhan, tolonglah aku!” Segera, Yesus mengulurkan…

Demi Nama Yesus Kristus

Ketika Petrus dan Yohanes hendak pergi ke Bait Tuhan, mereka melihat seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahir, sehingga ia harus di gendong ke gerbang Bait Tuhan. Dia ditempatkan di sana setiap hari untuk meminta sedekah dari orang-orang yang masuk ke dalam Bait Tuhan. Ketika dia melihat Petrus dan Yohanes masuk, dia meminta sedekah kepada mereka. Lalu Petrus berkata, “Emas dan Perak tidak ada padaku, tetapi yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah.” Sambil memegang tangan kanannya, dia membantunya berdiri, dan seketika itu juga kaki dan mata kaki pria itu menjadi kuat. Dia melompat berdiri dan mulai berjalan. Kemudian dia pergi bersama mereka ke gerbang Bait Tuhan, berjalan dan melompat sambil memuji Tuhan. Ketika orang banyak melihat hal itu,…

Dalam Matius 22, Yesus berkata bahwa perintah pertama adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Tetapi bukankah perintah “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” adalah perintah yang pertama?

Ketika orang mendengar kata “perintah pertama”, mereka biasanya memikirkan perintah pertama dari Kesepuluh Firman yang berbunyi, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel 20:3). Namun, Yesus mengatakan kepada kita bahwa hukum yang terutama dan yang pertama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita dan dengan segenap jiwa kita dan dengan segenap akal budi kita. Dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Mat 22:35-38 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” artinya “Kasihilah Tuhan 100…

Beberapa orang bersikeras bahwa tidak perlu menaati hukum seperti hari Sabat dan Paskah di zaman Perjanjian Baru karena hukum-hukum tersebut telah dihapuskan setelah zaman Yesus. Apakah tuntutan mereka berdasarkan Alkitab?

Tentang Hukum, banyak orang yang salah paham bahwa Hukum hanya berlaku bagi bangsa Israel di zaman Perjanjian Lama. Mereka mengatakan bahwa tidak ada lagi hukum yang harus ditaati pada zaman Perjanjian Baru ketika kasih karunia Tuhan yang tanpa syarat diberikan kepada semua orang melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Namun, hal ini berbeda dengan apa yang diajarkan Alkitab. Hukum Musa dan hukum Kristus Ada dua jenis hukum dalam Alkitab: Yang pertama adalah hukum Musa, yang diberikan oleh Tuhan melalui Musa, dan yang lainnya adalah hukum Kristus—hukum perjanjian baru—yang ditetapkan oleh Yesus. Hukum Kristus adalah hukum yang disempurnakan oleh Yesus: Pada zaman Perjanjian Baru, Yesus telah menggenapi dan memperbaharui hukum Perjanjian Lama. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum…

Aku Mengutus Engkau untuk Membawa Umat-Ku, Orang Israel, Keluar dari Mesir

Saat itulah Musa, yang sedang menggembalakan kawanan domba, datang ke Gunung Horeb. Musa melihat semak yang tidak terbakar bahkan jika dibakar dan mendekatinya. Kemudian Tuhan berfirman: “Akulah Allah ayahmu—Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Aku telah memperhatikan kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan. Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Musa menjawab kepada Tuhan tanpa tahu harus berbuat apa, “Siapakah aku ini, sehingga membawa orang Israel keluar dari Mesir?” “Aku akan…

Yesus Bersaksi Tentang Diri-Nya Melalui Alkitab

Pada hari ketika Yesus bangkit dari kematian, Dia menampakkan diri kepada dua murid-Nya ketika mereka berjalan dari Yerusalem menuju Emaus. Meskipun Yesus berjalan tepat di samping mereka, mereka tidak mengenal-Nya. "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Mendengar pertanyaan Yesus, mereka berdiri diam dengan wajah tertunduk. Salah satu dari mereka, yang bernama Kleopas, bertanya kepada-Nya, "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" “Tentang Yesus! Dia adalah seorang nabi yang hebat. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan…

Bangunlah, Pergilah dan Ikutilah Elia

Seorang petani sedang membajak dengan dua belas pasang ekor lembu. Nabi Elia yang menerima perintah Tuhan dan telah sampai di sana, mendatangi petani tersebut dan melemparkan jubahnya ke sekeliling petani, artinya petani harus menanggapi panggilan Tuhan. Petani itu mengambil kuk lembunya dan menyembelihnya. Ia membakar alat pembajak untuk memasak daging dan memberikannya kepada orang-orang. Kemudian dia berangkat mengikuti Elia. Nama petani tersebut adalah Elisa, dan dia tercatat sebagai nabi Tuhan di dalam Alkitab. Elisa, yang dengan tegas mengikuti kehendak Tuhan tanpa ragu-ragu ketika dia dipanggil menjadi nabi, Kemudian, dia diberikan inspirasi dua kali lebih banyak dari Elia, dan melakukan kehendak Tuhan dengan sangat baik, menjaga Israel dalam krisis. Orang-orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati tanpa menoleh ke belakang, tidak…

Sekarang Saya dapat Melihat

Ketika Yesus berjalan, Dia melihat seorang yang buta sejak lahir. “Ini terjadi agar pekerjaan Tuhan dapat dinyatakan di dalam dia.” Setelah mengatakan ini, Yesus meludah ke tanah, mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah dan mengoleskannya pada mata orang buta itu, perintah-Nya kepadanya, “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Maka pergilah orang itu membasuh dirinya, lalu kembali dengan matanya yang sudah melek. Tetangganya dan orang-orang yang pernah melihatnya mengemis berkata kepadanya bagaimana matamu menjadi melek? “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” Orang-orang Farisi dan Yahudi masih tidak percaya sampai mereka memanggil orang tua orang tersebut. Mereka tidak percaya…

Aku Datang untuk Memanggil Orang Berdosa

Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh di Kapernaum, dan ketika Ia berjalan dari sana, Ia melihat seorang laki-laki bernama Matius duduk di rumah cukai, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Mendengar perkataan Yesus, Matius bangkit dan mengikuti-Nya tanpa ragu-ragu. Matius menyiapkan makan malam untuk Yesus di rumahnya, di mana banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-Nya. Ketika orang-orang Farisi melihat hal ini, mereka bertanya kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama pemungut cukai dan orang berdosa?” Mendengar ini, Yesus berkata: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Para pemungut cukai dibenci dan dihina karena mereka memungut pajak dari sesama orang Yahudi untuk Kekaisaran Romawi. Karena diperlakukan sebagai orang berdosa, mereka semua menjadi sasaran hinaan. Namun, Yesus makan bersama…

“AKU MENYERTAI ENGKAU”

Musa, yang hidup sebagai seorang gembala, menggembalakan kawanan kambing domba di padang gurun Midian setelah dia meninggalkan istana Mesir, suatu hari ia datang ke gunung Horeb yaitu gunung Tuhan. Di gunung ada semak duri yang menyala, tetapi tidak dimakan api. terbakar tetapi tidak terbakar. Saat Musa, yang terkejut dengan pemandangan aneh itu, hendak mendekati semak itu, Tuhan memanggilnya dari tengah-tengah semak itu. “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus. Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” “Tuhan, Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel…

Biarkan Dia Menjadi Orang yang Dipilih Tuhan

Saat itu menjelang malam. Seorang pengelana tua, yang tertutup debu, berhenti di dekat sumur di luar kota. Dia adalah hamba Abraham, yang datang jauh dari Kanaan untuk mencari istri Ishak, putra tunggal majikannya. Pelayan tua ini menyuruh unta-unta itu berlutut di dekat sumur dan mengatupkan kedua tangannya untuk berdoa: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, sekaranglah saatnya anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Ketika aku meminta air minum kepada seorang gadis, biarlah gadis itu memberiku air dengan senang hati dan memberi minum untaku juga, sebelum aku memintanya. Maka dengan begitu akan kuketahui bahwa gadis yang baik hati itulah yang telah Engkau pilih bagi hamba-Mu, Ishak.” Sebelum dia selesai berdoa, seorang gadis yang sangat cantik parasnya keluar dengan membawa…

Alasan Mengapa Harus Menaati Perintah Tuhan

Jika kita adalah umat Tuhan, kita harus menghormati dan menaati perintah Tuhan yang telah Dia tetapkan. Mulai sekarang, mari kita lihat alasan mengapa kita harus menaati perintah Tuhan melalui Alkitab. 1. Mereka yang mengasihi Tuhan menaati perintah-perintah Tuhan Orang-orang mencoba mengungkapkan cinta mereka dengan cara apa pun saat bertemu orang yang mereka cintai. Terkadang mereka mencoba menyampaikan cintanya dengan surat, terkadang melalui bunga mawar, dan terkadang melalui berbagai hadiah. Jadi bagaimana kita seharusnya mengungkapkan bahwa kita mengasihi Tuhan? Tuhan tidak ingin kita mengungkapkan bahwa kita mengasihi-Nya dengan surat, mawar, atau hadiah. Sebaliknya, Dia ingin kita mengungkapkannya dengan 'menaati perintah-perintah Tuhan'. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Yoh 14:21 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti…

Ubah Ketakutan Menjadi Iman

Ketika Israel berada di bawah penindasan orang Midian selama tujuh tahun, Tuhan mengirimkan malaikat untuk memilih hakim yang akan menyelamatkan bangsa Israel yang berseru kepada-Nya dalam penderitaan. Malaikat Tuhan duduk di bawah pohon di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur untuk menjaganya dari orang Midian. Tuhan berbicara kepadanya melalui malaikat. “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian.” Gideon menyadari bahwa Tuhan telah memilihnya menjadi pemimpin Israel, namun dia tidak tahu harus berbuat apa. “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” “Tetapi…