Terdapat banyak orang di dunia yang mengaku mengikuti Yesus. Kalau begitu, mengapa mereka tidak memelihara perjanjian baru yang telah didirikan oleh Yesus?

Tujuan Yesus datang ke bumi ini adalah untuk memberikan hidup yang kekal kepada umat manusia yang telah ditakdirkan untuk mati karena dosa-dosa mereka. Untuk menuntun kita menuju keselamatan, Yesus mendirikan perjanjian baru pada saat hari Paskah dan menjadi korban penghapus dosa untuk kita dengan mencurahkan darah-Nya di atas salib. Perjanjian…

Nama Yesus tidak pernah ditemukan di dalam Perjanjian Lama. Jadi, bagaimana murid-murid Yesus dapat mengenal Yesus sebagai Kristus dan percaya kepada-Nya?

Dalam Perjanjian Lama, tidak ada ditemukan kata “Yesus”, nama Kristus yang akan datang dalam Perjanjian Baru. Bahkan jika nama “Yesus” telah dinubuatkan, kita akan sulit percaya bahwa itu adalah Kristus dengan hanya mempunyai nama Yesus; karena nama “Yesus” sangat umum di antara orang Yahudi (Kol 4:11). Oleh karena itu, nama Yesus bukanlah bukti yang mutlak kita dapat percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Bukti yang paling pasti adalah pekerjaan yang digenapi Yesus sesuai dengan nubuat di Perjanjian Lama tentang Kristus. Itulah sebabnya, Yesus mengatakan bahwa “Alkitab [Kitab Suci]” yang memberi kesaksian tentang Dia sebagai Kristus. “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,” Yoh 5:39 Kesaksian…

Saat ini, gereja-gereja percaya kepada Yesus Kristus. Namun, 2.000 tahun yang lalu ketika Yesus datang, mengapa mereka tidak percaya kepada-Nya melainkan menyalibkan Dia di kayu salib?

Di antara banyak alasan orang Yahudi menolak Yesus 2.000 tahun yang lalu, yang terbesar adalah karena mereka tidak percaya kepada nubuat Alkitab (Yoh 5:46-47). Yesus berkata bahwa yang bersaksi tentang Dia adalah Alkitab, dan pada hari kebangkitan juga, Dia bersaksi tentang diri-Nya melalui Alkitab kepada murid-murid-Nya yang tidak yakin bahwa Dia adalah Kristus, sehingga Dia membiarkan mereka memiliki keyakinan di dalam hati mereka (Yoh 5:39; Luk 24:25-27, 32). Itulah sebabnya para rasul juga bersaksi bahwa Yesus adalah Kristus melalui Alkitab (Kis 17:2). Orang-orang Yahudi tidak mengetahui nubuat Alkitab, juga tidak mempercayainya. Mereka menganiaya Yesus karena mereka hanya percaya kepada Tuhan yang mereka pikiran sendiri dan mereka tidak percaya Tuhan yang datang dalam tubuh untuk menyelamatkan orang berdosa yang diperbudak oleh…

Gereja Tuhan menganggap hari-hari raya seperti Sabat dan Paskah yang tidak dirayakan oleh gereja lain sebagai sesuatu yang sangat penting. Apakah ada alasan khusus?

Tuhanlah yang telah menetapkan hari-hari raya dan memerintahkan kita untuk memeliharanya. Di antara hukum yang Tuhan berikan, tidak ada satu pun yang tidak bermakna maupun tidak ada hubungannya dengan keselamatan kita. Hari-hari raya yang tercatat di dalam Alkitab juga berhubungan erat dengan keselamatan kita. Alasan mengapa Tuhan menetapkan hari-hari raya Kita semua adalah orang-orang berdosa yang melakukan dosa di sorga dan telah dilempar ke bumi ini. Tidak ada seorang pun yang lahir di bumi ini yang bisa menghindari hukuman “kematian” yang merupakan upah dari dosa. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Rm 6:23 Demi menyelamatkan orang-orang berdosa yang ditakdirkan untuk mati karena dosa yang telah mereka lakukan di sorga,…

Jika Kita Merayakan Paskah, Dapatkah Kita Dilindungi Tuhan?

Saat ini, banyak berita tentang bencana yang ditayangkan di TV. Mungkin karena itulah saya sering teringat akan Paskah yang membuat kita terhindar dari bencana. Semakin sering kita mendengar berita bencana, semakin berharga pesan keselamatan yang disampaikan. Paskah, seperti namanya, adalah sebuah hari raya yang membuat bencana melewati kita. Apakah ada contoh nyata di mana orang-orang terlindungi dari bencana dengan merayakan Paskah? Tentu saja! Sekitar 3.500 tahun yang lalu, kasus yang sama terjadi ketika Paskah pertama kali dirayakan. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja... Sebab pada malam ini Aku akan menjalani…

41,704 views

Dalam teks asli dari Alkitab Ibrani, Tuhan digambarkan sebagai “Elohim,” yang merupakan kata benda jamak. Apakah hal ini berarti tidak hanya ada satu Tuhan?

Seperti yang Anda katakan, Tuhan digambarkan sebagai Elohim (אֱלֹהִים) di berbagai bagian di Alkitab Ibrani. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Tuhan hanya ada satu, tetapi istilah “Elohim” menentang akal sehat ini dengan sepenuhnya, karena Elohim memiliki arti jamak. Ada orang yang bersikeras bahwa kata “Elohim” digunakan dalam Alkitab untuk mengungkapkan kuasa dan keilahian Tuhan yang penuh, atau untuk menggambarkan Allah Tritunggal, tetapi pemikiran itu hanyalah sebuah tebakan yang berasal dari kesalahpahaman tentang Alkitab. Sekarang, mari kita mencari tahu arti kata “Elohim” yang sebenarnya dan alasan mengapa Alkitab menggambarkan Tuhan sebagai “Elohim”. “Elohim,” suatu misteri Alkitab Istilah “Elohim” telah menimbulkan banyak kontroversi di antara para ahli kitab suci dan ahli bahasa. Orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Tuhan, tetapi Alkitab…

Mengapa tidak ada salib di Gereja Tuhan?

Saya berbincang-bincang dengan teman saya hari ini, tetapi saya tidak dapat menjelaskan kepadanya dengan baik. Jadi saya merasa sedih. Tentang apakah itu? Dia pergi ke gereja, jadi saya berkata kepadanya bahwa penyembahan salib adalah penyembahan berhala. Lalu dia bertanya kepada saya bagaimana salib dapat menjadi berhala ketika itu hanyalah sebuah simbol gereja. Saya ingin memberitahukannya dengan rinci tetapi saya tidak dapat mengingat satu pun penjelasannya. Dapatkah Anda menjelaskannya lagi mengapa salib merupakan sebuah berhala? Tentu saja. Bagaimana kalau kita baca Kesepuluh Firman terlebih dahulu? “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah…

60,948 views

Kemah Suci

1. Kesepuluh Perintah dan kemah suci Saat Musa menerima loh batu yang dituliskan dengan Kesepuluh Perintah di atas Gunung Sinai, Tuhan menunjukkan kepadanya kemah suci di sorga. Saat Musa turun dari gunung, dia menyampaikan firman Tuhan kepada umat Israel dan memanggil orang-orang agar mengumpulkan bahan-bahan seperti emas, perak, dan lenan halus untuk mendirikan kemah suci yang akan menjadi tempat disimpannya Kesepuluh Perintah. Orang-orang membawa pemberian sukarela setiap hari, dan bahan-bahan yang dikumpulkan untuk membangun kemah suci lebih dari cukup untuk segala pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga Musa mengatakan kepada mereka untuk tidak membawanya lagi (Kel 35:4-36:7). Bezaleel dan Aholiab serta para ahli lainnya, yang telah dikaruniai Tuhan dengan pengertian, keahlian dan pengetahuan, mulai membangun kemah suci; dan pada hari pertama…

Baal dan Asyera

1. Kata “Baal” berarti “tuan” atau “pemilik” Baal adalah dewa Kanaan kuno yang berkaitan dengan pertanian, yang dipuja sebagai dewa petir, hujan, dan kesuburan. Banyak bangsa di sekitar Kanaan yang menganut politeisme. Mereka percaya kepada dewa-dewa yang mereka sukai—dewa yang menurut mereka cocok dan sesuai dengan keinginan atau harapan mereka. Di antara banyak dewa, Baal adalah dewa yang diyakini memiliki kendali atas pertumbuhan tanaman dan buah-buahan serta perkembangbiakan ternak, sehingga orang Kanaan dan banyak bangsa di sekitar mereka menyembah Baal. Pada tahun ketiga puluh delapan pemerintahan Asa raja Yehuda, Ahab mulai memerintah Israel dan menikahi seorang perempuan dari bangsa lain, Izebel, anak perempuan Etbaal, raja orang Sidon dan sekaligus imam bagi Baal. Izebel menikahi Ahab raja Israel untuk tujuan politik…

Purim

Purim adalah hari untuk memperingati peristiwa ketika Ester dan Mordekhai mengalahkan Haman pada hari yang dipilih Haman untuk membunuh setiap orang Yahudi di Persia (Media-Persia) dengan membuang pur (undi, Est 3:7; 9:1). Dalam Hukum Musa, ada ketujuh hari raya dalam tiga bagian yang Tuhan tetapkan melalui Musa. Namun, “Purim” merupakan suatu hari raya orang Israel yang bukan bagian dari ketujuh hari raya dalam tiga bagian ini. Mari kita mempelajari asal usul “Purim.” 1. Latar belakang sejarah Orang-orang Yahudi ditawan ke Babel. Namun, tidak lama kemudian Babel telah dihancurkan oleh Persia (Media-Persia), sehingga orang-orang Yahudi dikuasai oleh Persia. Orang-orang Yahudi merupakan kaum minoritas, tetapi mereka selalu berusaha mengikuti kehendak Tuhan dengan kebanggaan sebagai umat Tuhan. Ketika penawanan selama 70 tahun di…

Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Hari Sabat?

Mari mengenal bagaimana kita seharusnya mempersiapkan dan menyambut hari Sabat untuk menerima berkat yang melimpah dari Tuhan. Pertama, kita harus mempersiapkan hari Sabat pada Hari Persiapan. Hari sebelum hari Sabat disebut sebagai Hari Persiapan yang bermaksud untuk mempersiapkan hari Sabat. Kita perlu menyelesaikan urusan pribadi kita pada hari sebelum Sabat, jangan sampai kita terhalang untuk memelihara hari Sabat karena hal-hal duniawi. “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yoh 4:24 Kedua, kita harus tepat waktu untuk ibadah. Hari Sabat adalah hari untuk bertemu Tuhan yang adalah Penguasa seluruh alam semesta. Jika Anda memiliki kesempatan untuk bertemu presiden dari suatu negara di dunia ini, Anda akan berada di tempat pertemuan paling tidak dua puluh sampai…

Alasan Mengapa Kita Harus Belajar Firman Tuhan

Mengapa kita harus belajar firman Tuhan? Mari kita pahami alasannya melalui Alkitab. 1. Agar roh kita bisa hidup Firman Tuhan adalah makanan rohani. Yesus berkata bahwa manusia hidup dari firman Tuhan. Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Mat 4:4 Apakah ada orang yang bisa hidup tanpa makan? Tidak ada. Jika kita tidak makan, lambat laun kita akan menjadi lemah dan akhirnya kehilangan nyawa kita. Begitu pula dengan roh kita. Jika kita tidak makan makanan rohani—firman Tuhan, kita akan menjadi lemah secara rohani, kehilangan kekuatan rohani kita, dan pada akhirnya kehilangan kehidupan rohani kita. Oleh karena itu, kita harus selalu makan makanan rohani dengan belajar firman Tuhan yang…

Alasan Kita Harus Bertahan

Dalam kehidupan iman kita, ada banyak alasan mengapa kita harus bertahan. 1. Untuk diselamatkan Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Mat 10:21-22 Alkitab mengajarkan kita bahwa hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya diselamatkan. Seberapa besar pun iman kita di masa lalu, jika kita meninggalkan kebenaran dan tidak bertahan sampai akhir, iman kita menjadi tidak ada artinya. Kita harus menerima berkat keselamatan dengan mengatasi kesulitan dengan ketekunan. “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” Luk 21:19 Ayat di atas menegaskan bahwa jika kita bertahan…

Apa Perkataan yang Harus Kita Ucapkan? (2)

Kita akan mempelajari apa yang Tuhan ingin kita ucapkan. 1. Ucapkan terima kasih “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga kata yang kotor, yang kosong atau yang dibiarkan--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah terima kasih.” Ef 5:3–4 Alkitab mengajarkan kita untuk mengucapkan terima kasih. Tuhan sendiri yang telah datang ke dunia ini untuk menyelamatkan jiwa kita yang ditakdirkan untuk mati, dengan mengampuni segala dosa kita, dan Dia menutun kita ke Sorga dengan penuh suka cita, di mana tidak ada kematian dan kesakitan. Memikirkan berkat dan keselamatan ini, hendaknya kita selalu mengucapkan terima kasih dalam kehidupan kita sehari-hari. 2. Perkataan yang tepat pada waktu yang tepat “Ia…

Apa Perkataan yang Harus Kita Ucapkan? (1)

Perkataan kita mencerminkan kepribadian kita, pikiran dan emosi kita. Oleh karena itu, sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima janji keselamatan, hendaknya kita memuliakan Tuhan dengan ucapan syukur dan terima kasih. Mari kita cari tahu perkataan seperti apa yang Tuhan ingin kita gunakan, melalui Alkitab. 1. Kita harus membuang kebencian dan mengucapkan perkataan yang baik “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan…

Firman Tuhan Itu Mutlak

Semua firman Tuhan itu mutlak tanpa terkecuali. Satu-satunya cara untuk menerima berkat dan keselamatan dari Tuhan adalah menaati firman Tuhan dengan mutlak. Itu karena Tuhan memberikan berkat hanya kepada mereka yang benar-benar menaati firman-Nya. 1. Bahtera Nuh Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera yang besar, di puncak gunung, meskipun sampai saat itu hujan belum turun. Bahtera yang diperintahkan Tuhan untuk dibuat, adalah sebuah kapal yang sangat besar, dengan panjang 137 meter (450 kaki), lebar 23 meter (75 kaki), dan tinggi 14 meter (45 kaki). Pada saat itu, alat teknologi pembuat kapal belum berkembang seperti saat ini, sehingga firman Tuhan untuk membangun bahtera sebesar itu mustahil. Selain itu, banyak tenaga kerja dan bahan yang dibutuhkan untuk membangun bahtera dan biayanya juga…

Berkat dan Kutukan sebagai Akibat dari Perkataan Kita

Alkitab mencatat sejarah orang-orang yang menerima berkat atau kutukan sebagai akibat dari perkataan mereka. Melalui sejarah mereka, mari kita memikirkan perkataan seperti apakah yang harus kita ucapkan. 1. Petrus menerima kunci Kerajaan Sorga Yesus... “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau, Simon... Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Mat 16:13-19 Ketika Yesus bertanya, “Menurutmu siapakah Aku ini?” Petrus menjawab tanpa ragu, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.” Sebagai hasil dari perkataannya dengan iman, Petrus dapat menerima berkat yang luar biasa karena menerima kunci…

Pentingnya Perkataan yang Kita Ucapkan

Ada pepatah yang mengatakan, "Sepatah kata bisa melunasi hutang yang sangat besar." Artinya, dampak dari satu perkataan itu besar. Tuhan juga telah mengajarkan kita banyak pelajaran mengenai pentingnya perkataan. Mari mencari tahu melalui Alkitab. 1. Perkataan itu seperti cerminan yang menggambarkan apa yang ada di dalam hati kita “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Mat 12:33-35…

Nenek Moyang Iman yang Menang dalam Mengatasi Pencobaan Iblis

Setan telah mencobai anak-anak Tuhan dengan segala jenis rencana jahat sejak penciptaan dunia. Kita harus mengatasi semua pencobaan Setan untuk dapat memasuki Kerajaan Sorga yang kekal. Ada banyak catatan di dalam Alkitab tentang nenek moyang iman kita yang diberkati setelah mengatasi pencobaan Iblis. Melalui teladan mereka, marilah kita mempelajari sikap iman yang harus kita miliki untuk dapat mengatasi pencobaan. 1. Yesus Setelah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam, Yesus dicobai oleh Setan. Demikian juga, kita akan dicobai oleh Setan karena kita percaya dan mengikuti Yesus. Pertama, Dia dicobai dengan makanan, karena itu adalah titik terlemah manusia. Yesus mengatasi pencobaan pertama dengan firman Tuhan, “Manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut…

Menang dari Pencobaan Setan

Setan mencoba melemahkan iman kita untuk membinasakan jiwa kita dan mencobai kita melalui hal-hal duniawi seperti harta, kehormatan, perselisihan, kebencian, kekuasaan, kekayaan, keinginan, kecemburuan, iri hati, kesombongan, dan sebagainya, supaya menghalangi kita untuk memasuki Kerajaan Sorga. Jadi kita harus mengatasi semua godaan dari Setan. 1. Bagaimana Iblis mencobai kita? Dengan harta ketika kita membutuhkan Meragukan berkat Tuhan Menginginkan kekayaan dan kemuliaan dunia ini Penyembahan berhala Rintangan melalui orang-orang di sekitar kita Bertambahnya harta dan kekayaan Meragukan kebenaran dengan kebohongan Menghalangi jalan kita kepada Tuhan melalui penganiayaan Mencegah persatuan dengan memecah belah untuk membuat anggota Gereja saling membenci 2. Bagaimana kita dapat mengatasi pencobaan dari Iblis? Berdoa terus menerus (Mat 26:41) Berdiri teguh di dalam iman (Ef 6:16); iman adalah senjata…

Mengapa Kita Harus Berusaha untuk Berkumpul di Sion?

Layaknya orang tua yang berbahagia saat melihat anak-anaknya berkumpul, Tuhan senang dan memberkati umat-Nya saat mereka berkumpul. “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Mat 18:19-20 “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka,” tidaklah bermaksud untuk mengecilkan hati kita dari berdoa secara individu, melainkan menyemangati kita untuk berusaha berkumpul. Para rasul juga menyarankan orang-orang kudus agar sering berkumpul. “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita…