Iman dan Kehidupan
Ini membantu jemaat-jemaat yang berharap untuk menjadi keharuman Kristus menjalani kehidupan iman yang benar.
Membagikan
Ada seorang tukang air yang pekerjaannya mengisi kendi-kendi di rumah seorang kaya. Ia selalu menggunakan dua kendi. Satu kendi masih utuh, sedangkan yang satunya memiliki retakan kecil sehingga airnya sedikit bocor. Karena kendi itu retak, ia membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi air. Namun, ia tidak pernah membuangnya. Itu karena air yang bocor dari kendi yang retak tersebut membuat rumput dan bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan tanah yang dilaluinya setiap hari, sehingga ia tersenyum.
Cara Memilih Kambing
Sebuah pasar dibuka di sebuah desa di Himalaya pegunungan tinggi. Seorang anak laki-laki datang ke pasar bersama ayahnya dan melihat orang-orang membeli dan menjual kambing. Tertarik, anak laki-laki itu mendesak ayahnya untuk pergi melihat kambing. Ada banyak kambing, mulai dari anak yang kecil sampai yang besar dan gemuk. Melihat kambing-kambing dengan teliti dan memberi harga, dia melihat sesuatu yang tidak biasa. Harganya tidaklah ditentukan melalui ukuran tubuh mereka. Anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya mengapa. “Itu adalah pertanyaan yang bagus. lihatlah ke arah sana.” Ayahnya menunjuk ke kambing-kambing yang akan terjual. Dua kambing berada ditempatkan pada sisi bukit tanpa rumput dan pedagang dan pembelinya menyaksikan mereka. Satunya melihat sekeliling dan memanjat sebuah batu untuk mencari makanan, namun kambing lainnya yang…
Jangan Takut kepada Mereka, Sebab Aku Menyertai Engkau
Saat saya menerima kebenaran di Gereja Tuhan, saya begitu bahagia dan gembira, dan percaya bahwa inilah gereja benar yang harus didatangi orang-orang, agar bisa menerima keselamatan. Saya ingin menjadi seorang nabi yang hebat dan menginjil kepada siapa pun yang saya temui. Namun saya sering terintimidasi karena usia dan penampilan saya. Semua orang selalu berpikir bahwa saya adalah siswa SD karena tubuh mungil dan wajahku baby face. Saya juga lamban dan tidak bisa berbicara dengan baik. Jadi saya bertanya-tanya, ‘Apakah orang-orang akan mendengarkan saya dan percaya dengan apa yang saya katakan?’ Ketika saya dalam kesusahan karena masalah ini, salah satu rantingku yang menuntunku kepada kebenaran menunjukkan kepadaku ayat berikut: Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab…
Sharina Aya Z. Gorospe dari Kota Quezon, Filipina
Bersiap Lebih Awal Saat Ada Waktu Luang
Seekor babi hutan dengan tekun mengasah taringnya yang panjang di samping pohon elm. Seekor rubah yang lewat melihat ini dan bertanya, “Babi hutan, tidak ada pemburu di sekitar sini, dan tidak ada bahaya yang terlihat. Mengapa kamu mengasah taringmu tanpa alasan?” Babi hutan itu tersenyum dan menjawab, “Ketika bahaya datang secara tiba-tiba, tidak akan ada waktu untuk mengasahnya. Aku mempersiapkannya terlebih dahulu agar aku dapat menggunakannya ketika saatnya tiba.”
Arti Perbuatan Baik
Kami merasa khawatir karena hari kerja sukarela semakin dekat, sementara kami kekurangan relawan. Namun, pada hari yang ditentukan, lebih banyak saudara-saudari yang berkumpul daripada yang kami perkirakan. Meski cuaca panas, kami tetap bersemangat untuk melakukan pembersihan. Saat membersihkan setiap sudut taman di Harare, banyak orang datang dan pergi. Kami secara singkat memperkenalkan Gereja Tuhan kita kepada orang-orang yang datang kepada kami dan bertanya dari mana kami berasal dan mengapa kami memungut sampah dengan wajah cerah di bawah terik matahari. Seorang anggota dewan kota, yang telah menugaskan kami membersihkan area tersebut, merasa kagum dan berkata, “Saya belum pernah melihat ada sukarelawan yang bekerja sekeras ini tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Saya yakin gereja orang-orang seperti itu adalah gereja yang baik,” dan…
Gereja Harare di Zimbabwe
Satu Kata yang Ingin Saya Dengar
Suatu hari, seorang pelanggan mendatangi sebuah perusahaan makanan ringan dengan marah dan mengeluh. “Di dalam kemasan makanan ringan ini ada benda asing. Saya sudah memakan beberapa potong tanpa menyadarinya—apa yang akan Anda lakukan?” Petugas segera mendekati pelanggan dan berkata, “Saya sungguh minta maaf. Bagaimana kami bisa memberi ganti rugi kepada Anda?” Namun kemarahan pelanggan itu tidak juga mereda. Karyawan lain ikut datang, meminta maaf dan memberikan penjelasan, tetapi tampaknya tidak ada yang bisa menenangkannya. Kemudian presiden direktur perusahaan, yang diam-diam mengamati situasi tersebut, melangkah maju dan berbicara dengan lembut, “Apakah Anda merasa baik-baik saja?” Mendengar kata-kata itu, ekspresi wajah pelanggan mulai melunak. “Itulah yang ingin saya dengar. Semua karyawan Anda hanya membuat alasan. Sekarang saya merasa lebih baik.”
Orang yang Benar-Benar Baik
Di tempat kerja, ada beberapa orang yang digambarkan orang lain dengan mengatakan, “Mereka benar-benar orang baik.” Mereka adalah orang-orang yang dengan tulus mengerjakan tugas-tugas yang mungkin diabaikan oleh orang lain, dianggap tidak penting, atau dipikir bukan tanggung jawab mereka. Mereka diam-diam mengosongkan tempat sampah untuk rekan kerja, membersihkan meja orang lain, memberikan secangkir kopi kepada rekan kerja yang lelah, atau membawa peralatan makan saat makan siang tanpa diminta. Tindakan-tindakan kebaikan yang dilakukan saat tidak ada yang melihat, serta perhatian kecil terhadap orang lain, sering kali menyebar dari mulut ke mulut lebih cepat, dan orang-orang mulai benar-benar mengenali mereka sebagai pribadi yang baik hati. Lebih jauh lagi, ketika seseorang seperti itu meminta bantuan, orang lain pun dengan senang hati akan mengatakan,…
Mari Melangkah Lebih Dekat dengan “Apa”!
“Apa” adalah kata ganti yang kita gunakan untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui. Kata ini sering muncul dalam pertanyaan yang memicu rasa ingin tahu dan secara alami mengungkapkan pengalaman, pikiran, dan perasaan kita. Melalui pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kita memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang satu sama lain. Jika pertanyaan adalah pintu gerbang menuju percakapan, maka “apa” adalah kunci yang membukanya. Bulan ini, cobalah mengajukan pertanyaan kepada keluarga Anda yang dimulai dengan “apa”. Anda mungkin akan menemukan hal-hal yang belum pernah Anda ketahui—dan menjadi sedikit lebih dekat dalam prosesnya. TIPS Cobalah mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan “apa”, seperti: Apa yang membuatmu merasa senang hari ini? Apa yang kamu syukuri hari ini? Apa yang ingin kamu makan? Apa yang membuatmu bahagia? Menurutmu…
Kasih Paskah, Kasih Kehidupan
Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya hanya karena ingin. Hal ini memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap faktor-faktor seperti usia, berat badan, tekanan darah, perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, penyakit, dan rekam medis. Anda juga harus dalam kondisi baik pada hari donasi. Saudara-saudari Gereja Seosan menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam donor darah dan mulai memperhatikan kesehatan mereka setelah mereka mendengar bahwa “Donor Darah Sedunia untuk Memberi Kehidupan melalui Kasih Paskah” akan diadakan di Gongju. Lebih dari 580 saudara-saudari Sion, bersama dengan beberapa warga yang datang untuk mengikuti acara yang baik tersebut, berkumpul bersama di Gereja Tuhan, Gongju. Semua kursi di ruang tunggu segera terisi. Ada begitu banyak orang yang mengantri sehingga staf membagikan tiket bernomor kepada mereka untuk membantu menjaga…
Shin Seon-hwa dari Seosan, Korea
Bukti Cinta
Ini adalah kisah dari sebuah keluarga di Amerika Serikat. Setiap kali putranya ingin berbicara, sang ibu selalu mendengarkan dengan penuh perhatian. Suatu malam, sang ibu dan putranya sedang duduk bersama di dapur. Saat sang putra berbicara kepada ibunya tentang sesuatu yang ingin ia bicarakan, ia mengatakan hal ini di akhir pembicaraan mereka: “Ibu, aku tahu bahwa Ibu benar-benar mencintaiku.” Sang ibu tersentuh oleh kata-kata putranya. “Tentu saja. Aku sangat mencintaimu. Apakah Ibu pernah meragukannya?” “Tidak, aku yakin akan hal itu.” Sang putra langsung menjawab: “Karena setiap kali aku ingin berbicara dengan Ibu, Ibu selalu menghentikan apa pun yang sedang Ibu lakukan dan mendengarkanku sampai selesai.”
Menginjil kepada Seluruh Umat Manusia dengan Semangat Ubuntu
Dua puluh enam anggota Gereja L.A. dan gereja-gereja cabang terdekat di AS membentuk dua tim dan merencanakan misi jangka pendek di Uganda dan Rwanda. Uganda terletak di wilayah pedalaman di bagian timur Afrika, dan Rwanda merupakan negara tetangganya yang berbatasan dengan bagian barat daya Uganda. Meskipun kedua negara berdekatan, namun mereka berbeda dalam banyak hal; misalnya, orang Uganda menggunakan bahasa Inggris dan Swahili sebagai bahasa resmi, tetapi orang Rwanda umumnya menggunakan bahasa Prancis dan Kinyarwanda. Bagi sebagian besar dari kami, kedua negara tersebut adalah dunia yang tidak dikenal dan hanya kami dengar namanya saja. Kami dipenuhi dengan pengharapan dan kegembiraan, terutama ketika kami mendengar bahwa Injil belum pernah diberitakan di Rwanda. Kami mempersiapkan misi jangka pendek kami dengan penuh kegembiraan,…
Tim Misi Jangka Pendek ke Kampala di Uganda & Kigali di Rwanda
Jika Itu Kehendak Bapa
Di Sion, saya diberi tugas yang tidak terduga. Awalnya saya mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memakai saya meskipun saya mempunyai banyak kekurangan. Namun, seiring berjalannya waktu, hal itu terasa memberatkan. “Itu terlalu berat bagi saya.” ‘Jika ada anggota lain yang akan melakukannya, itu lebih baik.’ Saat saya merasa frustrasi dan lemah, saya menemukan sebuah ayat dari Alkitab yang memberiku keberanian dan kekuatan. “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.” Mat 10:29–30 Ada tertulis burung pipit jatuh ke tanah hanya jika Tuhan menghendakinya. Tuhan menghitung bahkan rambut di kepala kita. Lalu, apa yang terjadi pada anak-anak Tuhan? Apa pun yang…
Yu Eui-jeong dari Pohang, Korea
Pekerjaan yang Dilakukan dengan Kuasa Tuhan
Baru-baru ini, saya khawatir untuk berpartisipasi dalam misi jangka pendek ke Kongo. Itu karena saya tidak pernah menggunakan bahasa Prancis yang digunakan oleh orang Kongo. Meskipun saya tidak fasih berbahasa, Tuhan memberi saya keberanian dan kekuatan. Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” Za 4:6 Berkat firman yang terukir di pikiranku sepanjang misi jangka pendek, saya bisa menghasilkan buah yang baik. Sesungguhnya kemampuan manusia tidak menjadi masalah asal dilakukan oleh Roh Kudus Tuhan. Saya tidak lagi bergantung pada kemampuan saya yang lemah. Saya hanya berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan Tuhan dan berkat Roh Kudus.
Tapiwa Toruvanda dari Harare, Zimbabwe
Adaptasi yang Luar Biasa
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat [NASA] melakukan sejumlah program pelatihan bagi astronot yang akan melakukan penelitian dan misi di ruang angkasa untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrim. Sebagai bagian dari program tersebut, mereka melakukan sebuah percobaan untuk melihat bagaimana manusia di perubahan ruang di gravitasi nol. Astronot yang berpartisipasi dalam percobaan tersebut tinggal, menggunakan kacamata khusus yang memperlihatkan semuanya berbalik 180 derajat. Para peserta menjadi sangat gugup dan stress mereka meningkat. Sekitar sebulan setelah itu, namun, sesuatu yang mengagumkan terjadi kepada para peserta. Dunia tidak lagi tampak terbalik, tapi mulai terlihat tegak. Para peneliti menemukan bahwa itu dikarenakan otak merestrukturisasi sirkuit saraf. Tidak peduli betapa sulitnya beradaptasi, paparan lingkungan secara terus-menerus akan membantu otak anda menemukan cara untuk terbiasa…
Suara Bapa dan Ibu
Karena pandemi COVID-19, banyak negara masih memberlakukan pembatasan perjalanan. Namun, kami juga mendengar harum Sion yang penuh berkat bahwa pandemi ini telah menyediakan kesempatan bagi para anggota kami untuk mempelajari Buku Kebenaran Bapa Sorgawi. Untuk mengajari kita jalan keselamatan, Bapa Sorgawi datang ke dunia yang gelap dan suram ini, yang mengacaukan kebenaran dengan kepalsuan. Setiap Buku Kebenaran yang di tulis Bapa selama 37 tahun, sambil begadang semalaman, berisi kasih-Nya yang tulus kepada anak-anak-Nya; Bapa ingin kita semua membedakan kebenaran dan kepalsuan dengan benar dan menerima keselamatan. Ada sebuah ayat Alkitab yang saya ingat ketika mempelajari Buku Kebenaran Bapa Sorgawi. Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis... namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi,…
Sushan Khati dari Gokarneshwor, Nepal
Bahkan Jika Semua Orang Menyerah
Pada 8 Mei 2019 seorang wanita berusia tiga puluhan yang bernama Amanda Aller tersesat saat berjalan di cagar alam di Maui, Hawai. Sejak dia meninggalkan ponselnya di dalam mobil, tidak ada cara untuk menghubungi siapa pun. Lebih lagi dia berjalan untuk menemukan jalan keluar, semakin dalam dia masuk ke dalam hutan dan hari semakin gelap. Kemudian, dia harus melalui semua jenis perjuangan untuk bertahan hidup. Pada malam hari ketika suhu turun, dia menutupi dirinya dengan dedaunan atau menggali lumpur agar tubuhnya tetap hangat. Pada siang hari, dia mengembara dan mencari makanan seperti buah, air, dan serangga. Suatu hari, dia jatuh dari tebing dan melukai kakinya. Dia bahkan kehilangan sepatunya di air selama tahap banjir. Tujuh belas hari setelah tersesat di…
Tuhan sabar terhadap kita dan mengharapkan keselamatan
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 2 Petrus 3:9 Ayat ini adalah firman yang membuat saya menangis selama pembelajaran kedua setelah menerima kebenaran. Saudari yang mengajariku Alkitab berpikir saya menangis karena takut akan bencana, dan dia mencoba menghiburku, tetapi bukan itu alasanku menangis. Air mataku berlinang, karena saya bersyukur menyadari bahwa Tuhan telah dengan sabar menungguku untuk menyelamatkanku. Kasih Tuhan yang sabar, tidak ingin ada yang binasa, tetapi semua orang mau bertobat! Saya juga ingin mengambil bagian dalam menemukan anggota keluarga sorgawi kita dan menyampaikan kasih Bapa dan Ibu Sorgawi kepada semua orang.
Kim Ok-gyeong dari Uijeongbu, Korea
Sepatu Ayah
Itu terjadi ketika saya mengunjungi orang tua saya untuk merayakan ulang tahun ibu saya setelah sekian lama. Dalam perjalanan ke pasar untuk membeli hadiah ulang tahun untuk ibu saya, saya bertemu dengan ayah saya yang hendak pulang ke rumah. Kemudian saya memperhatikan sepatunya adalah sepatu tenis yang telah usang, diikat begitu erat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk. “Ayah! Mengapa kamu memakai sepatu tenis di hari yang panas ini? Apakah kamu tidak punya sandal?” Dia hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah tanpa berkata apa-apa. Saya membeli sepasang sepatu untuk ibu saya di pasar. Namun, saat keluar dari toko, saya teringat sepatu usang ayah saya. Saya masuk lagi ke dalam toko dan mengambil sepasang sandal untuknya. Saya kembali ke…
Jeon Eun-ok dari Seongnam, Korea
Kegembiraan Memanen Buah
Ketika saya masih muda, taman bermain saya adalah semua ladang dan sawah di desa saya. Membantu orang tua saya adalah salah satu permainan yang paling menyenangkan. Di musim pertanian yang sibuk, saya berlari mengelilingi ladang dengan cangkul atau beliung di tangan, atau mengikuti orang tua saya saat mereka menyemprotkan pestisida. Ketika musim panen tiba, saya membantu mereka memanen tanaman yang mereka rawat selama setahun dengan memetik buncis dan cabai merah, atau menggali ubi. Daripada merasa lelah, saya justru senang bisa tinggal bersama ibuku. Setiap kali mereka berangkat kerja, saya selalu mengikuti mereka. Waktu yang saya habiskan bersama orang tua saya di ladang dan sawah masih membekas di hati saya sebagai sebuah kenangan yang berharga meskipun saya sekarang adalah seorang ibu…
Park Jeong-ah dari Gimcheon, Korea
Hadiah Terakhir dari Guru
Pada Juni 2018, orang-orang dengan tas sekolah warna warni berkumpul disatu tempat. Ada berbagai perlengkapan sekolah di tas sekolah. Tempat di mana mereka berkumpul adalah rumah duka. Itu adalah hari ketika peti mati Tammy Waddell yang meninggal karena kanker pada usia 59 tahun, meninggalkan rumahnya. Waddell adalah seorang guru sekolah dasar di Forsyth County, Georgia, Amerika Serikat. Dia mengajar murid-muridnya selama tiga belas tahun, menganggap mereka cukup istimewa untuk memanggil mereka “anak-anakku”. Dia mengatakan bahwa semua anak memiliki hak untuk belajar dan dia sering membantu murid-murid yang membutuhkan. Sementara itu, kankernya kembali dan dia menjadi sakit parah; lalu dia membuat permintaan kepada orang-orang di sekitarnya, “Untuk pemakamanku, tolong membawa tas sekolah dengan perlengkapan sekolah bukan bunga dan memberikannya kepada anak-anak…